Articles on pandemi
Displaying 121 - 140 of 173 articles
Setelah 75 tahun, Masyarakat Adat di Indonesia masih memperjuangkan kesetaraan eksistensi mereka di Republik Indonesia.
Tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat selama pandemi
Campur tangan manusia terhadap lingkungan dapat meningkatkan ancaman penyakit, seperti COVID-19. Namun, bersentuhan dengan alam juga bisa menjadi solusi untuk pandemi ini.
Pembatasan kegiatan dan mobilitas orang membuat pandemi COVID-19 lebih berat bagi UMKM dibandingkan krisis 1998 dan 2008.
Menurunkan kepadatan kota untuk melindungi dari penyebaran wabah akan menjadi respons yang salah.
Pembatasan aktivitas manusia memberikan waktu bagi ekosistem laut untuk memulihkan diri. Namun, kehadiran manusia dibutuhkan untuk program konservasi laut.
Strategi utama adalah segera menekan pertumbuhan kasus baru Covid-19 di masyarakat agar rumah sakit tidak kewalahan menampung pasien.
Pengelola apotek, apoteker, dan pengunjung perlu meningkatkan implementasi protokol kesehatan agar tempat layanan obat tidak menjadi medan penularan virus corona.
Untuk dapat bertahan dan melalui masa pandemi, usaha kecil butuh bantuan keuangan yang berpihak dan memahami betul kondisi yang dialami sektor ini.
Kapasitas laboratorium pemeriksaan di Jawa Timur sebenarnya cukup besar. Namun, sebagian besar alat dan laboratorium ini masih terpusat di Kota Surabaya.
Hembusan aerosol dari pasien yang terinfeksi SAR-CoV-2 semakin berisiko di daerah-daerah dengan tingkat polusi udara tinggi.
Diplomasi digital semakin menegaskan kondisi arena politik internasional yang semakin seimbang bagi semua aktor.
Dalam waktu dekat sebagian besar telekonsultasi dokter-pasien akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan. Tapi ada masalah etika, legal, dan sosio-teknologi.
Pendekatan komunitas dan modal sosial – yang di Indonesia kita kenal sebagai “gotong royong” - belum dimanfaatkan secara penuh oleh pemerintah.
Dalam beberapa artikel mengenai coronavirus minggu ini oleh para akademisi di seluruh dunia, kami mengeksplorasi berbagai dampak dari COVID-19 dan uji coba pengobatan terbaru.
Para pemimpin agama dan institusi agama harus melakukan upaya terbaik untuk menjadi bagian dari solusi menghentikan penyebaran virus.
Pengetahuan terbatas dan partisipasi rendah masyarakat dalam PSBB menjadi kekhawatiran seiring dimulainya masa adaptasi kebiasan baru selama pandemi.
Sistem politik pasca Reformasi membuka celah lebih lebar untuk korupsi, melalui kesepakatan antara pemerintah dan parlemen.
Obat-obatan dan vaksin untuk melawan COVID-19 sudah dalam uji klinis. Penting untuk memahami perbedaan antara setiap langkah dalam proses ini karena upaya untuk melawan wabah terus berlanjut.
Ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan terjadi karena kurangnya pemahaman dan besarnya hambatan dalam akses kesehatan.



















