Articles on literasi keuangan
Displaying 41 - 48 of 48 articles
Studi literatur terkini yang saya lakukan menunjukkan bahwa literasi keuangan ternyata juga berpotensi menyelamatkan jiwa manusia.
Perilaku Fear of Missing Out (FoMO) atau takut tertinggal tren bisa menyesatkan para investor pemula pada investasi berisiko tinggi atau bahkan penipuan.
Investasi berbasis keberlanjutan cocok untuk anak muda karena menguntungkan dan juga memiliki dampak baik bagi masyarakat.
Literasi keuangan yang rendah dan hasrat untuk mendapatkan keuntungan cepat bisa menjerumuskan seseorang untuk tertipu skema Ponzi seperti TikTok Cash.
Membangun dan mempertahankan kekayaan dengan pengelolaan keuangan yang baik, ditambah dengan tidak berhenti memperkaya diri dengan jejaring dan ilmu adalah mengapa orang kaya lebih tahan krisis.
Di tengah ekonomi yang sedang terpuruk karena pandemi COVID-19, ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan literasi keuangan.
Kemudahan membayar dan promosi-promosi menarik dompet digital membuat Generasi Z lebih konsumtif.
Layanan teknologi finansial berpotensi dalam mempercepat inklusi keuangan, dengan memperluas jangkauan layanan keuangan pada pelaku usaha mikro yang tidak dapat mengakses layanan keuangan formal.






