Articles on Konflik papua
Displaying all articles
Joko “Jokowi” Widodo tidak bisa menyelesaikan konflik di Papua. Lalu, apa yang bisa kita harapkan dari Prabowo yang memiliki latar belakang militer dan rekam jejak gelap pelanggaran HAM?
Rangkaian pemilu selalu sejalan dengan peningkatan konflik disertai kekerasan di Papua.
Di tengah konflik berkepanjangan di Papua, tepatkah keputusan pemerintah menerjunkan TNI dan POLRI untuk mengajar di sekolah-sekolah?
Imajinasi Papua yang primitif, bodoh, miskin, dan hal-hal negatif lainnya sudah terinstitusionalisasi dalam film, tayangan televisi dan buku sekolah.
Ada banyak hal yang membuat orang Papua takut dan menentang rencana pemekaran. Bila pemerintah tidak mendengarkan aspirasi mereka, tentu masalah yang ada akan terus berlarut-larut.
Jika pemerintah konsisten pada peraturan, mengedepankan pemberdayaan dan keberpihakan pada rakyat Papua, kemungkinan pemekaran bisa menjawab sebagian masalah Papua.
Banyak kasus rasisme yang terjadi terhadap masyarakat Papua, tapi hanya sedikit pembahasannya dalam masyarakat. Ini membuat rasisme lebih melekat.
Mengadopsi sistem pembangungan yang melibatkan semua pihak (inklusif) adalah solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Dengan menutup akses media sosial dan internet, pemerintah tidak hanya melukai kebebasan masyarakat Papua tapi seluruh rakyat Indonesia
Menyebut orang lain sebagai binatang berarti merendahkan derajat mereka: memandang mereka primitif dan bukan manusia.
Persoalan Papua sejatinya adalah persoalan politis. Tapi sayangnya, pemerintah maupun elit politik bersikukuh menggunakan kacamata pembangunan semata dalam melihat persoalan Papua.










