Articles on Kesenjangan Sosial
Displaying all articles
Usai pemindahan ibukota negara, pemerintahan berencana mengembangkan Jakarta sebagai kota global. Ini belum tentu buruk, tetapi tentu ada sisi gelapnya.
Citayam Fashion Week memberikan pelajaran tentang pentingnya ruang publik yang inklusif dan keadilan mobilitas di kota besar.
Pemerintah perlu memperkuat manajemen data sosial, cakupan layanan, dan tenaga kerja sosial.
Pada 2035, penduduk usia produktif akan mencapai 64% dari 297 juta jiwa. Namun, belajar dari rumah yang tidak efektif selama pandemi bisa hapus peluang mendapatkan manfaat bonus demografi tersebut.
Tutupnya sekolah selama setahun memperparah hilangnya hasil belajar (“learning loss”) murid terutama yang berasal dari kelompok rentan. Ini bisa mempertajam kesenjangan dan mengancam masa depan mereka.
Berhadapan dengan pro-kontra yang tajam, pemerintah perlu mempertimbangkan lebih matang proses dan arah revisi UU Otsus Papua.
Apakah dibukanya akses Clubhouse ke pengguna Android akan membuat aplikasi ini menjadi lebih inklusif? Mengingat bahasan di media sosial secara umum yang masih sering bias kelas, nampaknya tidak.
Selama ini, standar yang dibebankan pemerintah pada anak muda di Indonesia buta terhadap kesenjangan. Anak muda dibiarkan mencari cara sendiri untuk bertahan hidup di tengah dukungan negara yang minim.
Kelompok yang rentan semakin berisiko saat bencana terjadi. Pandemi jelas tidak bisa dihadapi sendiri.
Stereotip janda melekat ke kehidupan perempuan Indonesia yang terpinggirkan di komunitasnya, memaksa mereka untuk menjalani kehidupan sulit.
Coding bukan hanya mengembangkan bahasa pemrograman, tapi juga keahlian menganalisis dan memecahkan masalah.
Seorang peneliti isu sosial ekonomi Papua menyerukan agar ada lebih banyak penelitian tentang Papua yang bisa berkontribusi dalam menyelesaikan masalah-masalah pelik di bagian timur Indonesia.











