Articles on evolusi manusia
Displaying all articles
Ekor mungkin menghilang pada leluhur kera paling awal akibat sebuah kesalahan genetik.
Artefak menunjukkan adanya ‘lompatan besar’, sebuah evolusi terbaru dari kecerdasan modern. Fosil dan DNA menyatakan bahwa itu adalah ilusi.
Kita memiliki penis primata monogami, namun ukuran tubuh kita menunjukkan bahwa nenek moyang kita sering berganti pasangan.
Mikroba usus manusia secara genetik berubah bersamaan dengan proses evolusi manusia. Mikroba kita berevolusi dengan membatasi diri mereka pada kehidupan di dalam usus.
Inilah yang dapat kita pelajari dari kerabat terdekat kita yang sudah punah.
Seorang ilmuwan bahasa menjelaskan bahwa berbicara tidak pernah diciptakan tetapi telah berkembang selama ratusan ribu tahun.
Sekitar 200.000 tahun yang lalu, orang-orang hidup yang sama cerdasnya dengan kita.
Pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga belum dapat diketahui secara pasti “kekuatan” seleksi alam yang diakibatkan oleh pandemi ini pada manusia.
Sebenarnya, para ilmuwan tidak begitu yakin mengapa jari tangan dan kaki kita menjadi keriput saat mandi. Tapi inilah yang kami ketahui, dan apa yang kami curigai.
Kisah penemuan ‘hobbit’ di Indonesia yang merubah wawasan tentang jejak evolusi manusia
Padad episode ini, kami berbicara dengan Thomas Sutikna, arkeolog di University of Wollongong, Australia yang juga merupakan salah satu anggota tim legendaris yang menemukan Homo floresiensis.
Temuan kerangka spesies kita Homo sapiens yang tertua berumur sekitar 300.000 tahun. Namun, ada waktu ketika tak ada satu manusia pun yang ada dan dunia hanya terselimuti oleh lendir.
Kami telah menemukan bukti baru bahwa manusia di India selamat dari letusan Toba dan terus berkembang setelahnya.
Sebuah keunikan psikologi yang memengaruhi cara kita belajar dari orang lain mungkin telah menjadi kunci penting bagi budaya manusia.
DNA kita mungkin mirip dengan simpanse dan hewan lain, tetapi perbedaan lah yang bisa membantu kita membuka cara baru untuk memahami dan mengobati penyakit di masa depan.
Sebagai peneliti evolusi manusia, saya sangat senang bekerja sama dengan perancang permainan video Assassin’s Creed.
Penelitian baru kami menunjukkan bahwa perspektif biologis memang diperlukan untuk menjelaskan mengapa bahasa memiliki jangkauan suaranya masing-masing.














