Articles on Emisi CO2
Displaying 21 - 33 of 33 articles
Meski langit bersih selama pandemi akibat berkurangnya aktivitas manusia, emisi kita masih meningkat.
Teknologi efisien energi bisa menghemat miliaran rupiah dan menghindari pembangunan 50 pembangkit listrik pada 2030.
Dengan keberadaan sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, dan ketersediaan lahan, Indonesia bisa menghasilkan 100% listrik hanya dari sinar matahari.
Risiko alam dari pemanasan global buatan manusia, dan urgensi untuk bertindak sudah jelas.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat api hingga Oktober 2020. Sayangnya, langkah ini juga menandakan masih belum berhasilnya usaha restorasi gambut pemerintah.
Dengan makin banyak orang-orang bekerja dari rumah, perjalanan udara yang semakin jarang, serta adanya stimulus ekonomi yang sesuai, kita bisa menekan pertumbuhan emisi untuk jangka panjang.
Perkebunan kelapa sawit baru lebih membahayakan lingkungan dibandingkan dengan kebun lama.
Perubahan kecil dari rumah kita masing-masing bisa menjadi bentuk awal aksi bersama, yang krusial untuk menyelesaikan masalah akibat krisis iklim.
Hidup secara berkelanjutan memang memiliki tantangan, tetapi tidak lebih besar dari iklim dan kondisi geografi Antarktika.
Kalangan termiskin paling menderita akibat emisi CO₂ yang berasal dari gaya hidup orang kaya. Sekarang waktunya bertindak atas nama keadilan iklim dan sosial.
Tidak harus memasang AC untuk mendapatkan udara dingin. Dengan pemasangan jendela dan penempatan tirai yang sesuai hingga instalasi bahan-bahan pendingin bisa mengurangi udara panas.
Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari produksi plastik di era vinil, tidak sebanding dengan emisi server besar di cloud saat ini.
Walau banyak penelitian lahan gambut Indonesia, kebanyakan riset internasional berfokus pada deforestasi, emisi CO2, dan kebakaran gambut.












