Articles on COVID-19
Displaying 161 - 180 of 437 articles
Dari lima riset itu, cukup jelas bahwa bukti-bukti ilmiah lebih dari cukup untuk menyusun kebijakan yang efektif mengendalikan pandemi dan mengurangi dampaknya.
Berikut beberapa sorotan dari satu tahun terjadinya pandemi COVID-19 dalam dunia pendidikan dan anak muda di Indonesia.
Tanpa ada kerja sama antarprovinsi, virus corona akan berputar-putar di antara provinsi yang vaksinasinya tidak merata.
Setali tiga uang dengan berbagai kebijakan sebelumnya, PPKM Mikro saat ini juga memiliki potensi kegagalan yang sama.
Anak mempelajari bahasa melalui interaksi dengan berbagai orang yang berbeda. Namun, pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 berpotensi menghambat proses pemerolehan bahasa tersebut.
Studi peneliti di Cambridge menemukan penanda darah yang dapat membantu memprediksi, sangat awal penyakit, yang akan mendapatkan COVID tingkat berat.
Gerakan antivaksin muncul karena adanya masalah struktural dalam pengembangan dan distribusi vaksin.
Dalam situasi pandemi yang tidak terkendali, strategi yang memberikan dampak besar adalah mendeteksi kasus positif sebanyak mungkin sehingga mereka dapat segera diisolasi.
Akademisi perempuan Indonesia harus menanggung beban dan tanggung jawab tambahan karena bekerja dari rumah dan juga semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh universitas.
Meski mencakup 70 juta orang, masyarakat adat di Indonesia masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah semasa pandemi.
COVID-19 telah ditemukan pada hewan peliharaan, di kebun binatang dan cerpelai liar di Utah. Mengawasi COVID-19 pada binatang liar penting bagi hewan dan manusia, keduanya berisiko tertular virus.
Virus kelelawar yang ditemukan satu dekade yang lalu di Kamboja mengindikasikan bahwa penjualan trenggiling tetap menjadi penjelasan yang kredibel terkait awal mula pandemi COVID-19.
Berolahraga di rumah (misalnya home workout), dapat mejadi salah satu pilihan olahraga untuk mereka yang menghindari interaksi sosial dalam upaya pencegahan COVID-19.
Sekitar 6 juta orang mengalami efek gangguan indera penciuman karena COVID-19
Ketika angka keterisian tempat tidur rumah sakit telah di atas 85%, maka operasional dan kualitas layanan rumah sakit akan terganggu.
Indonesia akan alami banyak kerugian apabila tidak tingkatkan ambisi penurunan emisi nasional.
Faktor psikologis mampu mendorong masyarakat untuk menerima vaksin, untuk itu pandangan dari ekonomi perilaku bisa digunakan.
Vaksinasi mandiri bagi pengusaha hanya akan menjangkau kurang dari 4 juta pekerja dan jika dijual ke umum hanya akan menguntungkan kalangan menengah ke atas.
Korupsi bansos COVID-19 dan banyak kasus korupsi bansos terjadi menunjukkan adanya permasalahan struktural dalam pengelolaan dana yang rawan politisasi ini.
Cina menghadapi taruhan tinggi ketika tim WHO tiba untuk menyelidiki asal-usul virus COVID-19. Pemerintah Cina telah menyajikan kisah sukses kepada dunia - dan tidak akan menerima kritik apa pun.



















