Articles on COVID-19
Displaying 241 - 260 of 437 articles
Untuk menghindari kesalahan serupa, universitas dan pihak yang bekerja sama harus mengikuti proses ilmiah standar sehingga dapat menjamin akuntabilitas penggunaan dana publik untuk riset.
Selama 75 tahun Indonesia merdeka, sektor kelautan sudah mendapatkan perhatian. Meski demikian, banyak PR di masa depan untuk pengembangan ekonomi Indonesia (blue economy).
Kehamilan yang tidak terencana akan menyebabkan rendahnya kesiapan untuk memeriksakan kehamilan yang teratur ke dokter. Di Indonesia akan ada tambahan 370-500 ribu bayi setelah pandemi.
Rasa takut dan malu yang berasal dari stigma dan diskriminasi terhadap pasien COVID-19 justru bisa mendorong penyebaran virus dan mencegah penanganan kesehatan yang vital
Salah satu skema ‘kurikulum darurat’ anjuran Nadiem - yakni mengurangi Kompetensi Dasar dalam kurikulum - masih bias kelas. Penyederhanaan kurikulum secara mandiri oleh sekolah adalah pilihan terbaik.
Tanpa adanya intervensi dari pemerintah, komitmen dari instansi dan perusahaan, serta dukungan masyarakat, klaster perkantoran akan terus menjamur dan nyawa
pekerja menjadi taruhannya.
Terlepas apakah Anda menderita COVID-19 atau hanya stres karena terkena dampak wabah, hipokampus otak Anda mungkin telah menyusut dalam beberapa bulan terakhir.
Semua bukti yang tersedia menunjukkan bahwa kucing tidak terlibat dalam penularan COVID-19.
Penurunan konsumsi domestik dan melemahnya permintaan dari luar negeri karena pandemi COVID-19 membuat Indonesia terancam resesi, angka pengganguran dan kemiskinan meningkat bisa jadi akibatnya.
Penyandang disabilitas adalah kelompok rentan yang paling parah merasakan dampak COVID-19. Berdasarkan suatu studi, 86% dari 1.683 responden perkerja difabel berkurang penghasilannya hingga 80%.
Tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat selama pandemi
Campur tangan manusia terhadap lingkungan dapat meningkatkan ancaman penyakit, seperti COVID-19. Namun, bersentuhan dengan alam juga bisa menjadi solusi untuk pandemi ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa menyusui merupakan pemberian makan bayi yang aman dan terjamin, serta pemberian formula harus dilakukan dengan hati-hati.
Pembatasan kegiatan dan mobilitas orang membuat pandemi COVID-19 lebih berat bagi UMKM dibandingkan krisis 1998 dan 2008.
Teknologi blockchain juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pencatatan penyakit yang menjadi pandemi sekarang seperti COVID-19.
Menurunkan kepadatan kota untuk melindungi dari penyebaran wabah akan menjadi respons yang salah.
Jika kita mengembangkan vaksin sendiri, memproduksi sendiri, serta pembaruan terus-menerus, harapannya kebutuhan dosis vaksin bagi masyarakat Indonesia dapat segera terpenuhi.
Pembatasan aktivitas manusia memberikan waktu bagi ekosistem laut untuk memulihkan diri. Namun, kehadiran manusia dibutuhkan untuk program konservasi laut.
Sangat menguntungkan jika kita memiliki beberapa calon obat untuk diujikan, tapi fokus utama tetap pada calon obat yang paling prospektif. Tentu saja harus didukung oleh bukti dari riset.
Tampaknya vaksin COVID-19 yang juga akan melindungi kita dari SARS, MERS dan beberapa jenis flu biasa masih belum mungkin ditemukan dalam waktu dekat.



















