Articles on Coronavirus
Displaying 61 - 80 of 142 articles
Riset menunjukkan bahwa anak-anak lebih sedikit terinfeksi virus corona dan tidak berperan utama dalam penularan. Karena itu, disarankan untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah secara bertahap.
Walaupun menjadi tren, masih banyak orang memakai masker sembarangan. Misalnya masker yang tidak menutupi hidung atau digantung di bawah dagu.
Prototipe vaksin coronavirus buatan Konsorsium COVID-19 Indonesia ditargetkan siap untuk memasuki tahap uji klinis pada awal 2021. Bagaimana jalan panjang pengembangannya?
Turunnya polutan udara karena pembatasan aktivitas manusia membuat Bumi bernapas lagi.
Kesetaraan gender di Indonesia perlu turut mensosialisasikan peran lelaki dalam rumah tangga, bukan hanya peran perempuan dalam berkarier.
Pada dasarnya perpu memiliki sifat kediktatoran. dan harus digunakan dengan sangat hati-hati.
Di tengah pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhir, inovasi alat tes yang lebih canggih adalah sebuah keniscayaan.
Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas penanganan COVID-19 jangan sampai mengorbankan pasien lain dengan penyakit diluar COVID-19 yang tetap memerlukan pengobatan dan tidak berkurang jumlahnya.
Indonesia harus belajar dari negara-negara yang telah berhasil menanggulangi virus COVID-19 dengan cara menyikapi pandemi ini secara serius dan menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas.
Anjuran pemakaian masker dan kebutuhan akan alat perlindungan diri atau APD berisiko meningkatkan limbah medis.
Penelitian Universitas Missouri pada 2015 menyebutkan duduk selama 6 jam atau lebih dapat merusak fungsi sirkulasi aliran darah.
Sekelumit apa yang berbagai negara dari Indonesia, Argentina, sampai ke Kanada dan Amerika Serikat sedang lakukan.
Risiko kematian lansia sangat tinggi ketika mereka terkena COVID-19, tapi hingga kini sistem pelayanan kesehatan belum memihak mereka
Pemerintah belum menyediakan data terbuka yang memuat pelaporan jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi virus corona dalam 70 hari terakhir, setelah pengumuman kasus pertama.
Informasi keampuhan HCQ/CQ untuk COVID-19 berasal dari penelitian-penelitian yang sangat terbatas dan bahkan diragukan kualitas ilmiahnya.
Pandemi bukanlah kejadian alami melainkan disebabkan kegagalan penerapan sistem kesiapsiagaan sedari awal. Bahkan untuk mengakhirinya pun tidak lepas dari tensi politik global.
Pemerintah perlu secara terbuka dan transparan menyampaikan data jumlah pemeriksaan PCR dan lamanya waktu pemeriksaan untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota untuk membuat kurva epidemi.
Derita penyandang talasemia mayor yang butuh transfusi darah setiap bulan di tengah pandemi Covid-19 karena menipisnya persediaan darah di PMI dan berkurangnya pendonor darah.
Kebijakan tersebut sebenarnya menunjukkan prioritas pemerintah sendiri terhadap sektor perekonomian dibanding kesehatan rakyatnya selama pandemi ini.
Dengan pengendalian infeksi di tingkat rumah sakit dan pemberian pelayanan yang efektif akan lebih terkontrol pada akhirnya akan meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.


















