Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tiba di lokasi sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menyampaikan pidato kenegaraan pertengahan Agustus lalu. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras

Analisis pidato kenegaraan Jokowi ungkap keterbatasan pemerintah dalam hadapi pandemi

Analisis terhadap pidato kenegaraan Joko “Jokowi” Widodo tahun ini menunjukkan keterbatasan kapasitas pemerintah dalam menghadapi pandemi, sikap yang cenderung pesimis, dan perubahan prioritas pemerintah selama pandemi.
Pengemudi Becak di seberang Tugu Muda Semarang. Midori / CC BY-SA

Akademisi: pemerintah masih gunakan bahasa langit dalam komunikasi COVID‑19

Pemerintah kerap kali menggunakan bahasa elitis dalam mengomunikasikan informasi COVID-19. Hal ini pula yang mengakibatkan informasi tesebut belum mampu dicerna seluruh lapisan masyarakat.
Dengan menghilangkan bahasa yang seksis maka kita berpeluang menghapuskan tindakan-tindakan diskriminatif pada perempuan. www.shutterstock.com

Ada seksisme dalam bahasa Indonesia, bagaimana kita harus menanganinya?

Bahasa Indonesia menyimpan seksisme dalam bentuk kata, asosiasi, dan wacana. Mengikuti langkah Oxford Dictionary, kita bisa menempuh sejumlah cara agar seksisme bisa dihilangkan dari bahasa Indonesia.
Pilihan berbahasa seseorang dipengaruhi oleh setidaknya dua faktor: faktor personal dan kultural. www.shutterstock.com

Meskipun baik, mengapa Perpres bahasa Indonesia tidak akan efektif

Peneliti bahasa menjelaskan mengapa Peraturan Presiden tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Meskipun baik, Perpres tidak akan berdampak besar.

Contact Surahmat for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision