Universitas Negeri Semarang
Links
Articles
Label ‘chemical-free’ itu mustahil secara sains. Kemofobia lahir dari bias otak yang mengagungkan bahan alami, padahal dosis yang menentukan bahaya. Sains butuh narasi menarik untuk lawan sensasi.
Survei nasional menunjukkan bahwa mayoritas program MBG mengaku tidak memperoleh manfaatnya.
Dari dapur, perempuan di Poso membangun gerakan untuk memperjuangkan nasib masyarakat di sekitar Danau Poso.
Prinsip-prinsip pembelajaran mendalam harus saling melengkapi dan terpadu agar proses pembelajaran tidak hanya berkesadaran dan bermakna tapi juga menggembirakan.
Kegagalan algoritmik bisa memicu krisis keuangan yang melanda satu negarak
Melalui pertanian lestari, perempuan bisa memastikan anggota keluarga mendapatkan asupan makanan sehat tanpa mencederai alam sebagai sumber penyedianya.
Pemerintah mewacanakan penerapan pinjaman pendidikan untuk mengatasi persoalan tingginya biaya kuliah. Namun, bukti-bukti menunjukkan hal ini perlu dikaji ulang. Mengapa?
Kebijakan PTN-BH merupakan akar masalah naiknya biaya kuliah, karena pendanaan dari Pemerintah untuk PTN-BH hanya di kisaran 30% atau bahkan kurang.
Bagaimana membaca visi-misi capres-cawapres agar dapat memilih secara rasional?
Dengan dalih “memfasilitasi” pembelajaran berbasis projek, ada kekhawatiran bahwa banyak guru menggunakan Kurikulum Merdeka untuk kemudian lari dari tanggung jawab mengajar.
Desain kelembagaan BRIN yang tertuang dalam landasan hukumnya sejak awal sudah memuat karakter birokratisasi, sentralisasi dan kendali yang meredupkan upaya penguatan riset dan ekosistem pengetahuan.
Pemberian gelar pahlawan nasional kepada seorang tokoh tidak pernah lepas dari kepentingan politik kekuasaan.
Apa urgensi Kemdikbud memakai model kemitraan vendor ala “shadow organisation”, dan apakah produk-produk teknologi mereka sudah benar-benar berdampak bagi dunia pendidikan?
Penggunaan contoh fenomena salju dalam pelajaran Kimia bisa jadi bukan cara terbaik untuk mengajarkan penurunan titik beku pada murid-murid di Indonesia.
Kecemasan terkait hilangnya capaian belajar siswa selama pandemi, atau “learning loss”, seringkali merupakan narasi yang bias. Kami menawarkan lensa alternatif untuk memahaminya.
Mari kita tengok sejarah semantik kata ‘kebijakan’.
Semakin banyak orang kini menjadi kreator konten. Namun, banyak konten yang diunggah justru kontroversial dan memicu polemik sosial. Konsep “kewarganegaraan digital” dalam berkarya bisa jadi solusi.
Anak mempelajari bahasa melalui interaksi dengan berbagai orang yang berbeda. Namun, pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 berpotensi menghambat proses pemerolehan bahasa tersebut.
Akademisi perempuan Indonesia harus menanggung beban dan tanggung jawab tambahan karena bekerja dari rumah dan juga semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh universitas.
While having to carry the added burdens and responsibilities of working from home, Indonesian female academics are also sidelined by policies in universities.



















