Universitas Negeri Semarang

Links

Articles

PLTA Sulewana atau PLTA Poso adalah pembangkit listrik tenaga air yang terletak di Sulewana, Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia. Pembangkit listrik tenaga air ini mulai dibangun pada 2003 dan memiliki tiga pembangkit listrik utama. Pipa penstock kuning besar yang sedang dibangun untuk proyek pembangkit listrik tenaga air di daerah pegunungan yang subur. shutterstock

Para perempuan Poso melawan dampak pembangunan PLTA dari dapur

Dari dapur, perempuan di Poso membangun gerakan untuk memperjuangkan nasib masyarakat di sekitar Danau Poso.
(LPM Arena)

Lestari dalam tradisi: menyelami aksi perempuan Kulon Progo merawat alam dan pangan dengan bertani

Melalui pertanian lestari, perempuan bisa memastikan anggota keluarga mendapatkan asupan makanan sehat tanpa mencederai alam sebagai sumber penyedianya.
Banyak sekolah kembali mengentikan pembelajaran tatap muka (PTM) akibat kembali meningkatnya kasus COVID-19. Perlukah masyarakat mencemaskan potensi hilangnya capaian belajar, atau “learning loss”? (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Mengapa “learning loss” adalah narasi yang bias: menjawab panik hilangnya capaian belajar di tengah pandemi

Kecemasan terkait hilangnya capaian belajar siswa selama pandemi, atau “learning loss”, seringkali merupakan narasi yang bias. Kami menawarkan lensa alternatif untuk memahaminya.
Saat ini, semakin banyak orang yang menjadi kreator konten. Namun, banyak konten yang diunggah justru kontroversial dan memicu polemik sosial. (Unsplash/Steve Gale)

Bagaimana kreator konten bisa menghasilkan karya yang berpihak pada masyarakat dan kemanusiaan

Semakin banyak orang kini menjadi kreator konten. Namun, banyak konten yang diunggah justru kontroversial dan memicu polemik sosial. Konsep “kewarganegaraan digital” dalam berkarya bisa jadi solusi.
Salah satu tantangan akademisi perempuan selama pandemi adalah memastikan anak-anak mereka terus belajar, sambil memenuhi kewajiban mendidik di kampus. Fenny Selly/Antara Foto

Riset: dalam dunia akademik, perempuan Indonesia menanggung beban terbesar selama pandemi

Akademisi perempuan Indonesia harus menanggung beban dan tanggung jawab tambahan karena bekerja dari rumah dan juga semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh universitas.
One of the problems Indonesian academics face during the pandemic is keeping up with teaching responsibilities while making sure their children keep learning. Fenny Selly Antara Foto

Research: Indonesian female academics bear the brunt of the pandemic

While having to carry the added burdens and responsibilities of working from home, Indonesian female academics are also sidelined by policies in universities.

Authors

More Authors