- PhD candidate studying urban water engineering, Environmental Engineering research group, School of Civil Engineering, The University of Queensland
Krisis iklim bisa memicu kecemasan berlebihan (‘eco-anxiety’) yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Bencana karena kalap makan terjadi karena ‘hungry buying’ kita, kemudian diperparah oleh sistem pemilahan dan pengelolaan sampah yang buruk di Indonesia.
Di banyak daerah, alternatif lain seperti pemanenan air hujan, teknologi pemanen kabut, atau sistem penampungan air skala rumah tangga bisa lebih efektif dan efisien.
Bendungan-bendungan yang seharusnya dapat menekan krisis air di daerah-daerah, justru masih jauh dari harapan. Dalam beberapa kasus, bendungan justru menambah masalah baru.
Pemerintah perlu merancang berbagai upaya pengelolaan air berkelanjutan agar ibu kota baru tidak semakin menyulitkan masyarakat sekitar berikut penduduk IKN nantinya.
Di beberapa kampus, daya tarik fisik terbukti memengaruhi penilaian akademis kepada mahasiswa. Mengapa diskriminasi ini terjadi dan apa solusinya?
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa amblasnya jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) bukan karena kesalahan pengelola, melainkan akibat kondisi alam. Benarkah demikian?
Kerugian akibat korupsi sektor konstruksi makin melambung tiap tahunnya, dan ini bisa membahayakan keselamatan pengguna. Sebuah riset berusaha membedah mengapa korupsi begitu kental di industri ini.
Bendungan dapat merugikan warga sekitar, merusak aliran alami air, membahayakan populasi satwa perairan dan tumbuhan.
Kanal beton justru berisiko menciptakan titik banjir baru.
Contact Rian for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Location: Brisbane, Australia
- LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/rian-mantasa-sp/
- X (formerly Twitter): @RianMantasaSP
- Article Feed
- ORCID
-
- Joined









