Masyarakat Indonesia belum memiliki cukup akses untuk berolahraga dalam kehidupan sehari-hari, negara terlalu fokus mencetak atket berprestasi dan membangun stadion.
- Dosen Departemen Administrasi Publik, Universitas Airlangga
Negara kerap lakukan ‘blame avoidance’ untuk mendiskreditkan pengkritik. Ini dapat berujung pada ‘chilling effect’: rakyat enggan bersuara.
Banyak pejabat yes-man di pemerintahan Prabowo, membuat Presiden tak menerima info secara utuh. Akibatnya, kebijakan yang dibuat tidak sesuai dengan realitas.
Selain memantik ketimpangan ekonomi, Negara predatoris juga merusak konsep hakiki legitimasi politik dan hukum yang mengorbankan kepentingan rakyat banyak
Cerita One Piece maupun V for Vendetta, bisa menjadi saluran komunikasi politik ketika aspirasi publik tidak didengar pemerintah.
Reformasi total kepolisian harus dilakukan, tapi tidak mudah karena kuatnya resistensi internal Polri dan lemahnya kemauan pemerintah maupun parlemen.
Survei menemukan bahwa masyarakat cenderung toleran terhadap korupsi dan pemberian gratifikasi telah dianggap normal serta “fungsional”.
DPR masih jauh dari terbuka. Keterbukaan bukan hanya soal adanya informasi, tetapi bagaimana informasi yang disediakan itu berkualitas.
Kemampuan fokus di masa depan menjadi semakin langka di tengah maraknya notifikasi gawai yang adiktif.
Contact Agie for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Location: Surabaya
- Website
- Article Feed
- ORCID
-
- Joined








