Universitas Airlangga

Indonesian government established Airlangga University in Surabaya, East Java, as the first higher education institution in what considered to be eastern Indonesia at that time in 1954. Its vision is to become an independent, innovative, and leading university at national and international level as well as the pioneer of the development in science, technology, and humanities based on religious morality.

Links

Articles

Seorang warga berada di reruntuhan rumah di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 22 Agustus 2026. Hendra Nurdiyansyah/Antara Foto

Ketika negara gagal menjamin rasa aman, warga bisa melihat pemerintah sebagai ancaman

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warga, masyarakat dapat melihat pemerintah sebagai ancaman terhadap keamanan manusia dan menuntut negara bertanggung jawab.
Opioid illustration. Towfiqu barbhuiya / Pexels

Pain and the struggle for relief: How fear influences patient access to medical opioids

Patients in Indonesia cannot access medical opioids because the government fears drug misuse.
Plt Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Rudi Margono (kiri) berjabat tangan dengan Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri Irjen Pol Totok Suharyanto (kanan). Bayu Pratama S/Antara Foto

Drama Polri vs Kejaksaan: Konflik ego lembaga dan krisis etika kenegaraan

Konflik antarlembaga penegak hukum menunjukkan krisis etika negara. Tanpa reformasi budaya dan etika, perseteruan serupa akan terus menggerus legitimasi negara.
Ilustrasi opioid. Towfiqu barbhuiya / Pexels

Obat pereda nyeri hebat sulit didapat: Ketakutan terhadap opioid medis hambat pengobatan di Indonesia

Penggunaan opioid medis di Indonesia terhambat ketakutan pemerintah akan penyalahgunaan obat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di depan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026. Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Mengapa pejabat kerap menjelekkan pengkritiknya, bukan mengevaluasi kebijakan?

Negara kerap lakukan ‘blame avoidance’ untuk mendiskreditkan pengkritik. Ini dapat berujung pada ‘chilling effect’: rakyat enggan bersuara.

Authors

More Authors