Universitas Airlangga
Indonesian government established Airlangga University in Surabaya, East Java, as the first higher education institution in what considered to be eastern Indonesia at that time in 1954. Its vision is to become an independent, innovative, and leading university at national and international level as well as the pioneer of the development in science, technology, and humanities based on religious morality.
Links
Articles
Label “tentara bayaran” bagi WNI di militer Rusia dipersoalkan karena definisi hukum dan dampaknya terhadap perlindungan mereka di medan perang.
Krisis kepakaran mengancam kebijakan publik. Pemerintah membutuhkan data, riset, dan kritik agar keputusan politik berpijak pada bukti dan terbuka terhadap koreksi.
Ketika negara gagal menjamin keselamatan warga, masyarakat dapat melihat pemerintah sebagai ancaman terhadap keamanan manusia dan menuntut negara bertanggung jawab.
Skor kebebasan akademis di Indonesia merosot dalam satu dekade terakhir. Apa kata para pakar?
Kritik digital menunjukkan kepedulian politik, tetapi belum tentu menghasilkan perubahan. Perlu nasionalisme solidaristik untuk mengubah kritik jadi kekuatan kolektif.
Perayaan kemerdekaan yang meriah berhadapan dengan penderitaan korban bencana. Empati negara bukan sekadar sikap, tetapi harus tercermin dalam prioritas kebijakan.
Patients in Indonesia cannot access medical opioids because the government fears drug misuse.
Dengan memangkas anggaran perpustakaan, negara telah menutup ruang berkembangnya kapabilitas sumber daya manusia.
Konflik antarlembaga penegak hukum menunjukkan krisis etika negara. Tanpa reformasi budaya dan etika, perseteruan serupa akan terus menggerus legitimasi negara.
Kebijakan kontroversial dipicu minimnya pakar di lingkaran istana. Presiden butuh pakar independen yang berani mengoreksi kekeliruan, bukan sekadar loyal.
Penggunaan opioid medis di Indonesia terhambat ketakutan pemerintah akan penyalahgunaan obat.
Masyarakat Indonesia belum memiliki cukup akses untuk berolahraga dalam kehidupan sehari-hari, negara terlalu fokus mencetak atket berprestasi dan membangun stadion.
Negara kerap lakukan ‘blame avoidance’ untuk mendiskreditkan pengkritik. Ini dapat berujung pada ‘chilling effect’: rakyat enggan bersuara.
Skandal riset palsu yang dilakukan oleh peneliti independen asal Indonesia di kancah Internasional masih jadi pembicaraan. Pelaku diduga memanipulasi data riset menggunakan Artificial Intelligence (AI…
Riset menunjukkan, 72 persen artikel dari temuan penelitian ilmu sosial dan perilaku tidak bisa direka ulang, 25 persen menunjukkan temuan yang berbeda, dan 49 persen gagal dikonfirmasi.
Banyak pejabat yes-man di pemerintahan Prabowo, membuat Presiden tak menerima info secara utuh. Akibatnya, kebijakan yang dibuat tidak sesuai dengan realitas.
Selama 18 bulan, Prabowo melakukan 49 kunjungan ke 28 negara. Apa hasilnya bagi Indonesia?
Tak semua olahraga cocok untuk tubuh kita. Kenali jenis olahraga yang sesuai dengan tipe tubuhmu.
Negara sebaiknya dipimpin oleh mereka yang bermental sipil cendekia, bukan militer.
Dampak matinya kepakaran adalah diskusi publik yang mudah terdistorsi dan semakin dangkal, serta sikap masyarakat yang dibentuk oleh informasi tidak utuh.



















