Universitas Mataram

Universitas Mataram (UNRAM) merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, berkedudukan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Proses berdirinya Universitas Mataram diawali dengan pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri di Mataram berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 89/62 tanggal 26 Juni 1962. Panitia ini diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB, yaitu R. Ar. Moh. Ruslan Tjakraningrat. Panitia persiapan ini kemudian membentuk Badan Persiapan, yang terdiri atas dua bagian, yaitu Bagian Inti (Gubernur, Danrem, Kepala Polisi, dan Kepala Cabang Kejati) dan Bagian Penyelenggara (Seksi Pelajaran diketuai oleh Drs. Soeroso, MA dan Seksi Material diketuai oleh Sadili Sastrawidjaja, SH).

Links

Articles

IMG JPG. (WRI Indonesia)

Mengenal kalkulator laut Indonesia: Alat pengukur manfaat lingkungan perairan dan kondisi warga pesisir

Kami membuat Ocean Accounting Platform untuk menghitung tak hanya potensi laut Indonesia, tapi juga daya dukung lingkungan, termasuk memotret kondisi masyarakat di dalamnya.
Banyak ibu muda memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi MPASI. BongkarnGraphic / Shutterstock

Media sosial bisa rangkul orang tua cegah ‘stunting’ pada anak

Media sosial sangat potensial untuk menyebarkan informasi MPASI yang kredibel guna mencegah ‘stunting’. Artikel ini mengulas alasannya.
Rsinha/shutterstock

Berapa gaji dosen? Berikut hasil survei nasional pertama yang memetakan kesejahteraan akademisi di Indonesia

Riset terbaru memaparkan realita kesejahteraan dosen di Indonesia dan menangkis persepsi publik bahwa profesi tersebut menjanjikan. Di tengah beban kerja yang berat, banyak dosen digaji sebatas UMR.
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan, 15 Januari 2021. Lebih dari 8.000 tenaga kesehatan di sana divaksinasi. ANTARA FOTO/Fauzan/foc

Menyanggah keputusan pemerintah prioritaskan vaksinasi COVID‑19 untuk umur 18‑59 tahun

Dengan memprioritaskan vaksinasi untuk populasi usia lanjut, kematian dan beban rumah sakit akibat COVID-19 bisa dikurangi di tengah keterbatasan ketersediaan vaksin di gelombang pertama vaksinasi.

Authors

More Authors