Articles on tuberkulosis
Displaying 1 - 20 of 26 articles
Permainan kartu TB berpotensi membantu masyarakat dengan tingkat literasi beragam mengenali pentingnya pengobatan TB.
Keterbatasan radiolog menghambat deteksi TB di Indonesia. CAD berbasis AI bisa menjadi solusi untuk mendeteksi TB yang sama akurat dan konsisten dengan radiolog.
Penanganan TB tidak bisa hanya berfokus pada pengobatan, tapi juga pemenuhan gizi pasien dan orang serumah. Analisis ini memaparkan alasannya.
Stigma TBC masih menjadi momok di Indonesia, termasuk membuat pasien tuberkulosis enggan berobat. Bagaimana cara meredamnya?
Raya meninggal akibat komplikasi penyakit infeksi cacingan parah. Artikel ini memaparkan alasan mengapa kasus ini rentan dialami anak masyarakat miskin lainnya.
Pelaksanaan Desa Siaga TB bisa terhambat akibat ketiadaaan aturan yang jelas. Mengapa regulasi turunan untuk desa sangat penting?
Desa Siaga TB berpotensi bantu berantas TBC di Indonesia. Namun, bagaimana agar penerapannya optimal?
Lewat teknoogi dan pengembangan vaksin tuberkulosis baru, negara ASEAN (termasuk Indonesia) berperan penting dalam pemberantasan TBC regional dan global.
Uji klinis tahap 3 vaksin TB M72 akan dilakukan di Indonesia. Apa keuntungannya buat kita?
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kekurangan gizi berisiko tiga kali lebih besar terkena TB. Pemerintah perlu segera lakukan ini.
Pandemi COVID-19 mengganggu akses layanan kesehatan TB dan HIV. Bagaimana strategi mitigasinya apabila kedaruratan kesehatan masyarakat kembali terjadi?
Pemeriksaan kesehatan gratis dalam program prioritas pemerintahan Prabowo perlu dioptimalkan guna mempercepat penanganan TB di Indonesia. Berikut sejumlah rekomendasinya.
Indonesia mampu meningkatkan penemuan kasus baru TB sebesar 90% dalam dua tahun terakhir. Namun, pemerintah perlu cekatan melakukan langkah strategis agar temuan ini tidak sia-sia.
Indonesia punya target mengeliminasi TBC pada 2030. Apakah ketiga calon presiden dan wakilnya, memiliki rencana yang jelas dan terukur untuk menurunkan kasus TBC?
Individu terinfeksi atau pasien TBC mempunyai risiko peningkatan masalah kesehatan jiwa selama proses diagnosis, pengobatan, dan pemulihan. Langkah strategis diperlukan untuk menjawab masalah ini.
Infeksi HIV dan TB merupakan kombinasi yang mematikan, masing-masing mempercepat perkembangan penyakit lainnya.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat penderita TBC tertinggi kedua di dunia – tapi kurangnya pendanaan berarti tidak cukup banyak orang yang dapat didiagnosis dan diobati dengan cukup cepat.
TB merupakan permasalahan multidimensi yang tidak hanya bertumpu pada aspek medis, tapi juga melibatkan aspek-aspek ilmu pengetahuan, sosial, politik, dan budaya.
Intervensi menggunakan teknologi kesehatan digital untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan TB memang menjanjikan. Namun tidak semudah itu.
Studi di Turki menunjukkan keterlibatan tenaga kefarmasian dalam pelayanan langsung terhadap edukasi, pendampingan dan monitoring pasien TB dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan TB.


















