Articles on stunting
Displaying 1 - 20 of 26 articles
Alih-alih mengirim sinyal kuat bahwa BGN akan dipimpin oleh sosok berkompeten dan profesional, pemerintah kembali memilih figur yang memiliki kedekatan politik
Hanya butuh Rp110 triliun dengan jangkauan lebih dari 32,7 juta orang jika MBG difokuskan pada mereka yang benar-benar membuthkan makanan,
Banyak ibu dengan anak berat badan kurang menerima cap negatif dari tenaga kesehatan. Riset ini menunjukkan bahwa stigma bisa perparah kasus wasting dan stunting.
Pemda Jakarta dinilai lebih baik menggapai rasio sempurna akses air bersih terlebih dahulu melalui Perumda sebelum mengembangkan bisnis dengan format Perseroda
Pengentasan ‘stunting’ tidak akan optimal tanpa perbaikan kualitas kesehatan lingkungan. Riset dalam artikel ini memaparkan alasannya.
Media sosial sangat potensial untuk menyebarkan informasi MPASI yang kredibel guna mencegah ‘stunting’. Artikel ini mengulas alasannya.
Pengentasan kemiskinan dapat kita lakukan dengan kolaborasi yang mendukung tercapainya harapan anak-anak miskin menuju masa depan yang lebih sejahtera
Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, Prabowo-Gibran mencanangkan sejumlah rencana kebijakan yang perlu dikawal bersama penerapannya. Berikut rangkuman bagian pertama:
Program makan bergizi gratis digadang-gadang pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai solusi untuk mengatasi stunting. Bagaimana cara agar penyelenggaraan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran?
Keluarga dengan pendapatan menengah ke atas tak luput dari stunting–prevalensinya pun tak kecil. Sulit mereduksi angka stunting jika program yang ada tak memperhatikan kelompok ini.
Indonesia tak perlu repot-repot melakukan banyak impor pangan untuk mengatasi stunting. Banyak pangan lokal yang sebenarnya potensial tapi masih kurang dimanfaatkan, salah satunya adalah kacang lima .
Menurut BKKBN, perempuan sebaiknya hamil pada usia maksimal 35 tahun sehingga dapat mencegah bayinya terkena stunting. Benarkah demikian?
Isu gizi melibatkan hubungan yang kompleks antara berbagai intervensi, termasuk aspek ekonomi, budaya, pengetahuan, dan perilaku.
Pengasuh yang berpendidikan lebih tinggi biasanya memiliki pengetahuan gizi dan cenderung lebih memberikan vitamin A, garam beryodium, imunisasi lengkap, akses sanitasi yang lebih baik untuk anak.
Janji kampanye yang biasanya diucapkan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan sumber daya manusia tenaga kesehatan dan membangun fasilitas kesehatan.
Untuk mengejar target stunting sebesar 14% pada 2024, pemerintah harus serius mencari celah pencegahan stunting yang belum tergarap maksimal, salah satunya adalah pemasaran sufor.
Ikan memiliki banyak kandungan protein untuk mencukupi kebutuhan asam amino. Ikan juga kaya akan asam lemak omega 3 dan 6, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin.
Lebih dari 40% rumah tangga di Sumatera Barat dan Aceh tidak memiliki cukup akses ke toilet yang memadai. Malnutrisi tinggi walau banyak padi.
Masih terdapat 6 provinsi yang menunjukkan kenaikan prevalensi stunting, yakni Papua, Kalimantan Utara, Papua Barat, Banten, Jambi, dan Kepulauan Riau.
Studi kami menyarankan pentingnya tiga intervensi tumbuh kembang pada anak usia dini: perbaikan sistem PAUD, pemenuhan asupan gizi anak, hingga pola pengasuhan anak oleh orang tua.


















