Bentrokan massa aksi dan ormas memunculkan pertanyaan: benarkah konflik tersebut terjadi secara spontan, atau ada pihak tertentu yang sengaja mengendalikan?
Seorang petugas berjaga di dekat barang bukti uang hasil sitaan terkait kasus dugaan korupsi tata kelola nikel saat konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, 31 Agustus 2026.
Fauzan/Antara Foto
RUU Perampasan Aset berpotensi membuat korupsi tak lagi menguntungkan, tetapi kewenangannya harus tetap diawasi agar efektif tanpa mengorbankan hak warga.
Aksi Agustus di depan gedung parlemen Jakarta.
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc
Ketika kepercayaan publik hilang, biaya yang harus dibayar masyarakat dan pemerintah bisa jauh lebih mahal dari sekadar biaya sebuah perjalanan dari Pati ke Jakarta.
Ilustrasi uang kotor dan borgol yang mencerminkan korupsi di Indonesia.
Maxim Vasiliev/Shutterstock
Jika negara kehilangan miliaran, bahkan triliunan, rupiah, sementara pelaku hanya kehilangan kebebasan beberapa tahun, apakah itu bisa disebut keadilan?