Articles on risiko bencana
Displaying all articles
Bagi warga Pulau Sebesi, erupsi Anak Krakatau bukan sekadar ancaman bahaya, melainkan bagian dari ruang hidup. Pengalaman dan memori bencana membentuk budaya kesiagaan unik berbasis kearifan lokal.
Masyarakat Indonesia membutuhkan komunikasi risiko bencana yang memadukan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai lokal untuk membangun budaya kesadaran dan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan kontribusi perubahan iklim pada kekerasan terhadap anak-anak. Namun, pendekatan kontekstual dan penelitian lebih lanjut terkait fenomena ini masih diperlukan.
Banjir bolak-balik menenggelamkan rumah warga di Indonesia. Perlindungan Sosial Adapatif (PSA) bisa membantu warga rentan, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki pemerintah.
Ketangguhan komunitas terhadap banjir bergantung pada aspek manusia dan sosial masyarakat, dan memerlukan kolaborasi lintas sektoral
Kota dan kabupaten di Indonesia harus memiliki perencanaan tata ruang yang peka terhadap bencana atau bahkan mempromosikan budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari publik.





