Articles on Homo sapiens
Displaying all articles
Masyarakat di Indonesia telah menciptakan seni cadas sejak 67.800 tahun yang lalu—jauh sebelum manusia modern menginjakkan kaki di Australia.
Buku Nexus karya Yuval Noah Harari sangat ambisius, berani, sekaligus membuah gelisah. Buku ini menantang pembaca untuk berpikir kritis tentang masa depan.
Studi baru menunjukkan Neanderthal dan Homo sapiens memiliki selera makan yang kuat dan pahit.
Inilah yang dapat kita pelajari dari kerabat terdekat kita yang sudah punah.
Bumi telah memiliki setidaknya lima zaman es utama, dan manusia muncul tepat waktu untuk yang terbaru. Faktanya, kita masih di dalamnya.
Sekarang sebuah studi menunjukkan bahwa manusia purba yang tinggal di Afrika mungkin juga telah mengalami kawin silang dengan para hominin purba yang masih berkerabat dengan Homo Sapiens.
Sejarah asal-usul manusia modern perlu ditulis ulang menggunakan kisah-kisah yang didapat dari penemuan-penemuan di Asia dan Australia, termasuk Indonesia.





