Articles on Gunung berapi
Displaying all articles
Citra satelit memperlihatkan drastisnya dampak erupsi Anak Krakatau di Pulau Sertung. Perubahan warna vegetasi ini membuka laboratorium alam baru bagi pengamatan awal pembentukan tanah.
Longsor bawah laut bisa memicu tsunami. Longsor bisa membesar hingga 13 kali lipat.
Kamu harus menggali hampir 2.000 mil sebelum mencapai inti Bumi. Tidak ada yang bisa bertahan hidup dalam perjalanan itu - dan panas 10.000 derajat F begitu sampai di sana akan menguapkan kamu.
Gunung berapi adalah “pasak bumi” yang menjaga semuanya tetap stabil. Namun erupsi gunung berapi menjadi sumber ketakutan bagi semua makhluk hidup di Bumi.
Bumi memiliki batuan cair di dalamnya. Inilah yang terjadi pada batu tersebut untuk membuat lava.
Lava dari gunung berapi punya suhu yang sangat panas. Tapi menjadikannya tempat pembuangan sampah tak hanya berbahaya tapi juga tak menghargai masyarakat adat yang menganggapnya sebagai situs sakral.
Gunung Samalas menambah daftar gunung berapi di Indonesia yang letusannya berdampak signifikan ke benua lain, setelah Gunung Tambora, Gunung Krakatau, dan Gunung Agung.
Melalui interpretasi Babad Lombok dan analisis spasial menggunakan pendekatan geografis, kami mencoba menelusuri lokasi tepat kota Pamatan.
Gunung berapi memberikan banyak petunjuk yang membantu para ilmuwan memprediksi kapan akan terjadi letusan.
Ilmuwan menemukan metode baru untuk membantu memprediksi kapan gunung berapi meletus berdasarkan data yang diolah dari letusan tahun lalu di Hawaii.
Sebuah studi terbaru telah menemukan cara untuk memprediksi letusan Gunung Etna dalam dua minggu.
Penelitian satelit di Etiopia sedang merintis sebuah perbatasan baru dalam pencarian kekuatan geotermal.
Suatu bencana alam yang tak ada tandingannya di Indonesia mengirimkan abu ke belahan dunia lain dan menyediakan ruang bagi penciptaan novel Frankenstein, kisah tentang kesombongan tak terkendali.
Apa yang terjadi di bawah permukaan Bumi sebelum gunung api meletus? Bagaimana bisa angin topan dan mencairnya gletser berkontribusi pada letusan besar?













