Articles on COVID
Displaying 121 - 140 of 171 articles
Bahan pangan segar yang akan disimpan mentah dibersihkan terlebih dulu. Kemudian buang bagian yang tidak dapat dimakan, dan dipotong-potong.
Meski mengubah perilaku masyarakat bukan perkara mudah, Puskesmas memiliki posisi strategis di masyarakat yang seharusnya mampu meyakinkan masyarakat untuk berupaya mencegah COVID-19,
Dalam waktu dekat sebagian besar telekonsultasi dokter-pasien akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan. Tapi ada masalah etika, legal, dan sosio-teknologi.
Rekomendasi WHO cukup jelas bahwa menyusui harus tetap didukung demi manfaat kesehatan ibu dan bayi, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Hingga saat ini belum terdapat bukti kuat bahwa kanker meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19.
Usaha The Lancet untuk menginvestigasi secara independen atas artikel ini mengalami kendala karena lembaga pengelola data tersebut menolak membuka data mentahnya.
Pemerintah harus memastikan ketersediaan dan distribusi APD di dalam negeri berjalan lancar dan mencukupi, mengontrol harga di pasaran. Tenaga kesehatan harus benar pakai APD.
Ini virus jenis baru yang belum pernah menyebar sebelumnya, sehingga setiap orang berisiko terinfeksi. Kematian akan tinggi sampai ditemukan vaksin atau kekebalan alamiah di masyarakat.
Riset menunjukkan bahwa anak-anak lebih sedikit terinfeksi virus corona dan tidak berperan utama dalam penularan. Karena itu, disarankan untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah secara bertahap.
Walaupun menjadi tren, masih banyak orang memakai masker sembarangan. Misalnya masker yang tidak menutupi hidung atau digantung di bawah dagu.
Secara indvidual, salah satu cara menghadapi infodemi adalah melatih diri kita untuk selalu kritis terhadap informasi yang kita terima.
Di tengah pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhir, inovasi alat tes yang lebih canggih adalah sebuah keniscayaan.
Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas penanganan COVID-19 jangan sampai mengorbankan pasien lain dengan penyakit diluar COVID-19 yang tetap memerlukan pengobatan dan tidak berkurang jumlahnya.
Pandemi Black Death pada abad ke-14 diperkirakan telah memicu munculnya berbagai reformasi dalam berbagai bidang di Eropa kala itu.
Penelitian Universitas Missouri pada 2015 menyebutkan duduk selama 6 jam atau lebih dapat merusak fungsi sirkulasi aliran darah.
Informasi keampuhan HCQ/CQ untuk COVID-19 berasal dari penelitian-penelitian yang sangat terbatas dan bahkan diragukan kualitas ilmiahnya.
Pemerintah perlu secara terbuka dan transparan menyampaikan data jumlah pemeriksaan PCR dan lamanya waktu pemeriksaan untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota untuk membuat kurva epidemi.
Derita penyandang talasemia mayor yang butuh transfusi darah setiap bulan di tengah pandemi Covid-19 karena menipisnya persediaan darah di PMI dan berkurangnya pendonor darah.
Dengan pengendalian infeksi di tingkat rumah sakit dan pemberian pelayanan yang efektif akan lebih terkontrol pada akhirnya akan meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Dalam mitigasi pandemi global COVID-19 saat ini, kemampuan memahami risiko penyebarannya secara spasial sangat penting.


















