Articles on COVID
Displaying 21 - 40 of 171 articles
Banyak vaksin yang sedang dikembangkan memiliki target ambisius untuk melindungi dari semua virus corona atau vaksin yang pada dasarnya tahan terhadap varian.
Faktor cakupan vaksinasi berkontribusi besar dalam mengurangi kesakitan dan kematian.
Mereduksi segala fenomena yang terjadi semata-mata karena kemampuan varian baru dan rincian mutasi-mutasi yang terjadi, membuat fokus terhadap aspek inang dan lingkungan dipandang sebelah mata.
Metode ini dapat menghemat sepertiga dari keseluruhan biaya pemeriksaan dikarenakan tidak memerlukan reagen ekstraksi untuk mendapatkan materi genetik virus.
Orang yang selamat dari COVID kurang akurat dan lebih lambat bereaksi daripada kelompok kontrol yang sesuai.
Satu teori tentang mengapa orang-orang tertentu menghindari infeksi adalah bahwa, meski mereka terpapar virus, virus itu gagal membentuk infeksi bahkan setelah masuk ke saluran udara.
Walaupun pemerintah telah membolehkan tidak pakai masker, lebih baik Anda tetap pakai masker di luar ruangan untuk memproteksi diri dari risiko penularan COVID.
Penerbangan dibuka lagi, seberapa besar risikonya menyebarkan COVID?
Indonesia, sampai April lalu, masih mewajibkan orang-orang yang masuk ke negara ini, baik warga negara asing maupun Indonesia, untuk tes PCR negatif 2 x24 jam dari negara keberangkatan.
Tindakan pencegahan utama adalah mencuci tangan yang benar - oleh anak-anak dan orang dewasa - bersama dengan kebersihan pernapasan yang baik, seperti batuk ke siku Anda.
Kebijakan yang efektif adalah yang memberikan manfaat maksimal atau mencapai tujuan yang diinginkan.
Meningkatnya angka pemutusan hubungan PMI berdampak pula meningkatkan angka pengangguran.
Tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19 memiliki status kesehatan yang lebih rendah dibanding dengan tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan lainnya.
Kondisi sudah divaksinasi memang tidak menjamin seseorang tidak akan terinfeksi, bahkan berbagai vaksin lainnya pun yang sudah lebih lama ada, tidak bisa menjamin bahwa seseorang akan bebas 100%.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam mitigasi seperti penyiapan sarana prsarana, alur transportasi, edukasi masyarakat dan lainnya.
Berbicara tentang perawatan, penelitian tentang long COVID telah menghasilkan pedoman pengobatan yang diusulkan, yang menjanjikan untuk membantu orang hidup lebih baik dengan kondisi tersebut.
Menolak untuk belajar hidup dengan COVID dengan berpura-pura ada normal lama sebenarnya adalah risiko terbesar untuk penguncian pada masa depan.
Berkaca dari efisiensi dan fleksibilitas yang ditawarkan, bukan tidak mungkin setelah pandemi pun konsep “home-spital” akan terus menjadi tren di masyarakat, meski hanya untuk kasus-kasus ringan.
Otoritas kesehatan semestinya memegang kendali penuh terhadap penanganan krisis kesehatan, sementara aparat keamanan dapat dipergunakan sesuai dengan kapasitasnya.
Semakin besar seseorang mempercayai misinformasi pengobatan dan pencegahan non-psikologis serta teori konspirasi, semakin ia enggan menjaga jarak
Meskipun pandemi telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, apakah layanan informasi Covid-19 mudah diakses oleh penyandang disailitas di Indonesia?













