Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang dikenal karena gaya kepemimpinannya dan pendekatannya yang unik terhadap pelayanan publik. Salah satunya mengirim anak nakal ke barak militer agar belajar soal disiplin. ramaaaaditya/shutterstock

Selain tidak efektif, mengirim siswa nakal ke barak militer juga ciptakan masalah baru

Mengirim siswa nakal ke barak militer terbukti tidak efektif. Praktik ini justru memperkuat label sosial negatif dan memunculkan trauma, baik lama maupun baru.
Sejumlah massa sedang berdemonstrasi sebagai respons atas hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta Pusat, Indonesia, pada Mei 2019. BahbahAconk/Shuttersock

Politisasi agama: Bagaimana elite menyalahgunakan simbol spiritual untuk mengendalikan opini publik

Agama dalam politik dapat menjadi pendorong moralitas dan kebijakan yang lebih adil, tetapi di sisi lain bisa dimanfaatkan untuk tujuan populisme dan manipulasi.
Presiden Prabowo Subianto (kiri), mantan Presiden Joko Widodo (tengah) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Peringatan 79 tahun TNI. Donny Hery/Shutterstock

Pilkada 2024: Kemenangan rakyat atau Jokowi‑Prabowo?

KIM Plus yang dinahkodai Presiden Prabowo Subianto, atas dukungan Joko Widodo, memenangkan Pilkada 2024 di sejumlah wilayah besar. Ini indikasi menguatnya oligarki yang dapat mengancam demokrasi.
Relawan Jokowi memakai bando bergambar Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat tasyakuran dan doa bersama di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Fakhri Hermansyah/Antara Foto

‘Kabinet Zaken’ atau politik transaksi? Mempertanyakan nasib demokrasi di era Prabowo‑Gibran

Masyarakat harus mengawasi lebih jeli berjalannya pemerintahan ke depan, terutama dalam hal penegakkan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Presiden terpilih Prabowo Subianto (tengah) memberikan pembekalan kepada tenaga kesahatan TNI yang akan menjalankan misi kemanusiaan di Timur Tengah di Kementerian Pertahanan. Hafidz Mubarak A/Antara Foto

Pemerintahan Prabowo berpotensi koalisi gemuk: apa jadinya negara tanpa oposisi?

Prabowo kemungkinan akan memiliki koalisi gemuk pendukung pemerintah. Ini akan membawa dampak mengerikan bagi tata kelola pemerintahan di Indonesia serta menyuburkan praktik korupsi.
Simpatisan mengacungkan dua jari dengan latar belakang gambar calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di Desa Gilirejo Baru, Sragen, Jawa Tengah, Senin 1 Januari 2024. Mohammad Ayudha/Antara Foto

Dinasti politik hari ini: upaya yang bisa dilakukan untuk memutus rantainya

Dinasti politik seharusnya menjadi hal yang patut diberi perhatian khusus. Butuh upaya untuk memutus rantai dinasti yang dapat mengikat kebebasan kita nantinya.
Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu 2024. Galih Pradipta /Antara Foto

Sang profesor, sang jenderal, dan si populis: fakta tiga kandidat presiden yang perlu kamu tahu

Masyarakat Indonesia akan menggunakan hak suaranya pada tanggal 14 Februari untuk memilih pemimpin baru. Berikut adalah tiga kandidat dan pasangannya.
Three pairs of president and vice president candidates running for the Indonesia’s 2024 election. Galih Pradipta /Antara Foto

The professor, the general and the populist: meet the three candidates running for president in Indonesia

Indonesians will go to the polls on February 14 to elect a new leader. Here are the three leading candidates and their running mates.

Contact Wawan for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision