- Honorary Senior Research Fellow, SMERU Research Institute
Proses belajar anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua dan masyarakat. Bagaimana menumbuhkan keterlibatan mereka?
Desentralisasi pendidikan sudah ada sejak 2001 dan semakin menguat sejak lahirnya Kurikulum Merdeka. Bagaimana guru bisa mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan situasi pendidikan saat ini?
RUU Sisdiknas bisa jadi peluang penting membenahi capaian pendidikan Indonesia. Karena dampaknya yang luas, RUU ini perlu terus diperjuangkan dengan melibatkan publik dan pemangku kepentingan.
Dinamika di ruang kelas sangat penting untuk kita pelajari karena merupakan ‘tempat kejadian perkara’ yang sangat menentukan kualitas pembelajaran.
Meremehkan proses pengenalan karir di masa kecil anak itu layaknya tukang kebun mengabaikan kualitas tanah yang akan ia tanami.
Sebagai ‘rumah kedua’ di mana anak tumbuh besar, sekolah harus muncul sebagai salah satu aktor utama dalam pemberantasan kekerasan seksual. Terbitnya UU TPKS bisa jadi momentum untuk mewujudkannya.
Budaya sekolah punya pengaruh besar dalam menuntun warga sekolah melalui norma, nilai, dan rutinitas yang membangun perilaku sosial dan perangai intelektual mereka.
Studi lembaga penelitian SMERU di Bukittinggi, Sumatera Barat menunjukkan bahwa orang tua di sana berhasil melampaui berbagai tantangan dalam mendampingi pembelajaran anak.
Selama COVID-19 belum terkendali, pembelajaran jarak jauh tampaknya akan tetap menjadi metode pembelajaran utama bagi banyak murid. Bagaimana membuat kualitasnya setara dengan sekolah tatap muka?
Pada 2035, penduduk usia produktif akan mencapai 64% dari 297 juta jiwa. Namun, belajar dari rumah yang tidak efektif selama pandemi bisa hapus peluang mendapatkan manfaat bonus demografi tersebut.
Dalam pendidikan, pelaku utama keluarga adalah orang tua, tokoh penting sekolah adalah guru, dan wakil istimewa masyarakat adalah pemerintah (pusat dan daerah).
Akademisi mengatakan pendisiplinan semi-militer dan standardisasi adalah penyebab masih maraknya praktek perpeloncoan. Harus ada perubahan fokus pendidikan menjadi pembangunan aspek kemanusiaan.
Scholars propose a new education system centred on human development to end hazing rituals in Indonesian universities.
Penggunaan ponsel di bawah pengawasan guru dalam rangka pembelajaran model digital di sekolah perlu diberi ruang.
Hasil UNBK perlu dianalisis lebih lanjut untuk memperbaiki mutu pembelajaran dengan mengurangi disparitas mutu antarsekolah.
Hanya 7% yang pernah memprotes jeleknya mutu pendidikan kepada pemerintah daerah, sekolah, atau Dewan Pendidikan.
Cara pandang yang perlu dihindari adalah memperlakukan sekolah sebagai pabrik yakni memproduksi lulusan melalui nilai ujian nasional, mempekerjakan “mesin” guru, dan pakai sistem produksi kurikulum.
Masyarakat pun perlu perlu terlibat dalam kegiatan pembelajaran murid.
Makin banyak ketidaktuntasan belajar yang dibiarkan, hampir dapat dipastikan akan membuat hasil pembelajaran rendah. Menang olimpiade sains internasional, tapi terpuruk tes PISA.
Di masa depan, pengajaran kepada murid bisa jadi fungsi perusahaan digital juga.
Contact Syaikhu for
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Location: Jakarta, Indonesia
- Article Feed
- ORCID
- Joined



















