- Dosen Akuntansi Keuangan dan Publik, Universitas Lampung
Ide tulisan ini adalah kritik terhadap pendekatan top-down pemerintah pusat dalam membentuk koperasi desa merah putih melalui program Kopdes, dengan menyoroti paradoks ketika negara ingin membangun ekonomi kerakyatan namun justru menggunakan logika kekuasaan birokrasi, bukan logika sosial warga. Tulisan ini menawarkan gagasan agar negara bertindak sebagai fasilitator ekosistem sosial, bukan sebagai pembentuk langsung kelembagaan rakyat, sehingga koperasi benar-benar tumbuh dari kepercayaan dan partisipasi warga, bukan dari ketergesaan administratif.
Experience
-
–presentDosen Akuntansi Keuangan dan Publik, Universitas Lampung
Education
-
2021Universitas Indonesia, Doktor bidang Akuntansi Publik dan Kebijakan Fiskal
Contact Saring for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Article Feed
- Joined