- PhD Researcher, Asia Institute, The University of Melbourne
Pembacaan ‘satanik’ sering kali tidak berasal dari isi lagu, melainkan dari cara sebagian khalayak menafsirkan judul, simbol, dan atmosfer visual video musiknya.
Selain yang bisa didata oleh angka, Karhutla juga menghancurkan hal-hal yang tidak terlihat. Semisal, ruang tempat budaya dibentuk, dirawat dan diwariskan.
What if Indonesia’s electronic music scene wasn’t born in clubs, but actually forged out of arranger keyboards, DIY sound systems, and the raw social energy of village life?
Bagaimana jika jalur musik elektronik Indonesia justru lahir dan tumbuh besar dari keyboard arranger, speaker rakitan, dan ekologi sosial kampung?
CC BY50.6 MB (download)
Tahun 2025 hampir berakhir. Jika kita menengok ke belakang, lanskap media kita telah berubah total. Dominasi TV dan radio di tahun 2000-an kini digantikan oleh kekuasaan algoritma YouTube, Spotify, dan…
The history of sound is never confined to a single place. It can emerge from evolving encounters or the creativity of local communities.
Sejarah bunyi tidak terikat tempat. Ia bisa jadi adalah hasil dari pertemuan yang berevolusi atau kreativitas komunitas lokal. Lonceng perunggu di Katingan, Kalimantan Tengah adalah buktinya.
Sebelum ada MSG, orang Dayak Kalimantan Tengah pakai penyedap rasa alami berbahan daun sungkai dan teken parei. Mengapa keduanya kini jarang digunakan?
Festival musik adalah arena pertempuran ideologi ekonomi dan politik. Pestapora 2025 menjadi contoh bagaimana ruang kebebasan seni justru dipakai sebagai alat ‘artwashing’ oleh perusahaan ekstraksi.
CC BY56.1 MB (download)
Dua dekade terakhir, Indonesia mengalami kemunduran signifikan dalam ekosistem lagu anak-anak. Apa yang menyebabkan fenomena ini terjadi?
Sastra lisan tradisional Sasana Kayau suku Dayak Kalimantan Tengah menyimpan sejarah, nilai, dan petunjuk hidup dari para leluhur.
Pengakuan negara terhadap ‘sound horeg’ dapat dibaca sebagai bentuk kontrol simbolik: suara rakyat yang terlalu nyaring kini diatur, dibatasi, bahkan dibungkam.
Gandang Ahung is not only a cultural heritage but also a way for the Dayak Katingan Awa people to understand life, death, and their relationship with nature.
Gandang Ahung bukan hanya warisan budaya, tapi juga cara suku Dayak Katingan Awa memahami hidup, kematian, dan hubungan dengan alam. Mengapa demikian?
Contact Muhammad for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision









