Martin Daniel Siyaranamual

Calon presiden Prabowo Subianto (ke-dua dari kiri) bersama wakilnya Sandiaga Uni (kanan) beramah tamah dengan petahana Joko “Jokowi” Widodo (ke-dua dari kanan) dan wakilnya Ma'ruf Amin dalam debat pemilihan presiden tanggal 13 April yang lalu. Bagus Indahono/AAP

Debat pilpres pamungkas: baik Jokowi dan Prabowo terjebak teori dan retorika

Kedua pasangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun yang jelas kualitas debat kali ini terlihat menurun.
Presidential candidates Joko Widodo (L) and Prabowo Subianto (R) shake hands during a debate among candidates in Jakarta, Indonesia, 17 February 2019. EPA/Adi Weda

Incumbent Jokowi wins against Prabowo in Indonesia’s second presidential debate: experts respond

Prabowo Subianto spoke in normative terms and failed to criticise Joko Widodo’s work.
Petahana Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan penantang Prabowo Subianto dalam Debat Calon Presiden, 17 Februari 2019. EPA/Adi Weda

Jawaban dua capres kurang substantif, tapi Jokowi lebih kuat dalam debat kedua: respons akademisi

Capaian yang disampaikan oleh Joko Widodo tidak mampu dikritisi oleh Prabowo Subianto yang cenderung bicara pada tataran prinsip saja.

Contact Martin for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision