Kami ngobrol dengan Haula Noor, kandidat doktor di Australian National University, tentang bagaimana anak muda dan perempuan dapat terlibat dalam aksi terorisme.
- PhD of Coral Bell School of Asia Pacific Affairs, Australian National University
Di satu sisi perempuan mendapat legitimasi dari kelompok teroris untuk melakukan aksi; di sisi lain, remaja adalah usia rentan paparan radikalisasi.
Di luar pertimbangan kemanusian, ada risiko lain yang dihadapi bila keluarga bekas anggota ISIS – khususnya anak-anak – tidak dipulangkan.
Les attentats terroristes menés par des familles avec enfants en Indonésie soulignent la place du noyau familial, terreau fertile de la radicalisation.
Serangan di Surabaya tidak hanya menunjukkan pergeseran peran perempuan dalam tindakan terorisme, tetapi juga keterlibatan keluarga dalam aksi teror.
The attacks show not only a shift in women’s roles in violent extremism, but also the involvement of families in acts of terror.
Contact Haula for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision





