Ekonomi ekstraktif di Indonesia secara konsisten meminggirkan masyarakat lokal—dari penggusuran, hilangnya akses hidup, hingga dampak kesehatan dan lingkungan. Kekayaan SDA dinikmati perusahaan dan elite, sementara warga sekitar tetap hidup dalam kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan yang terus berulang.
Keberlanjutan praktik adat sasi bergantung pada relevansinya bagi masyarakat, bukan sekadar romantisasi tradisi.
Bentuk aksi iklim anak muda masih didominasi oleh praktik konsumsi ramah lingkungan. Ini penting, tapi kita perlu mendorong bentuk aktivisme yang lebih berdampak.
Dunia baru industri buku—ditandai oleh penurunan penjualan di toko konvensional dan meriahnya distribusi alternatif—memberi peluang bagi buku “serius tapi ‘non-best seller’ untuk menaikkan penjualan.
Dari sejarah gerakan kiri, filsuf Mataram, hingga Lagak Jakarta: inilah kesembilan buku yang menurut sosiolog dan pegiat buku Geger Riyanto harus Anda baca sebelum usia 40.
Contact Geger for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision



