Presiden Prabowo Subianto saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2025. Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Gaya maskulin pemerintah memulihkan bencana Sumatra: Hanya mau mengatur, tapi enggan menafkahi dan melindungi

Inilah ‘toxic masculinity’, ketika pemerintah merasa jadi ‘bapak’ yang berusaha keras mengendalikan semuanya, padahal kapasitas materialnya dalam melindungi warga dipertanyakan.
Salah satu tantangan akademisi perempuan selama pandemi adalah memastikan anak-anak mereka terus belajar, sambil memenuhi kewajiban mendidik di kampus. Fenny Selly/Antara Foto

Riset: dalam dunia akademik, perempuan Indonesia menanggung beban terbesar selama pandemi

Akademisi perempuan Indonesia harus menanggung beban dan tanggung jawab tambahan karena bekerja dari rumah dan juga semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh universitas.
One of the problems Indonesian academics face during the pandemic is keeping up with teaching responsibilities while making sure their children keep learning. Fenny Selly Antara Foto

Research: Indonesian female academics bear the brunt of the pandemic

While having to carry the added burdens and responsibilities of working from home, Indonesian female academics are also sidelined by policies in universities.
Tokoh utama pria “Ada Apa Dengan Cinta” (2002) Rangga, diperankan oleh aktor Nicholas Saputra, adalah proto-laki-laki baru. Miles Films

Dari Rangga ke Khudori, ‘laki‑laki baru’ di film Indonesia

Memasuki milenium ketiga, dunia perfilman Indonesia mulai memperkenalkan gagasan maskulinitas laki-laki baru. Dari Rangga hingga Khudori, mereka laki-laki yang menantang konsep Bapakisme Orde Baru.

Contact Evi for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision