Fenomena tokoh publik dan figur politik yang mengumpat di ruang publik kerap memicu kontroversi. Secara norma sosial, tindakan ini dianggap tidak etis dan bahkan sering melekat pada cap negatif. Seakan-akan…
Seorang guru mengajarkan bahasa Inggris di sekolah di Cina.
kimmi jun/pexels
Meski kata-kata kasar dianggap tidak sopan, tetapi tetap saja terdengar digunakan dalam interaksi sehari-hari. Mengapa kata-kata tersebut terus terucap?
Agar bioskop lebih inklusif, pemerintah sebaiknya mengizinkan industri perfilman dalam negeri untuk melakukan sulih suara dan memberikan opsi ‘subtitle’ pada semua film-film berbahasa asing. Mengapa?
Pertanyaan lumrah, seperti “Apa kabar?”, “Sudah makan, belum?”, “Mau pergi ke mana?”, dan sebagainya, dapat dipersepsikan lain dalam konteks budaya yang berbeda.
Mewajibkan ekspatriat berbahasa Indonesia di masa Prabowo penting demi mempertegas identitas bangsa dan kesetaraan sosial, memperbaiki kebijakan bahasa dari pemerintahan Jokowi dan yang sebelumnya.
Guru dapat memanfaatkan media sosial untuk mendukung pembelajaran. ra2 studio/shutterstock.