- Researcher at Research Center for Politics, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Although there have progress to achieve gender equality, women are still under-represented in diplomacy in Asia.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami kemajuan dalam menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi, pandemi telah membuat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.
Research shows that despite Indonesia progress in providing education access for refugee children, the pandemic has made several barriers for the implementation.
Keseriusan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi upaya pemenuhan akses pendidikan anak pekerja migran Indonesia.
Dalam hal peran diplomasi, negara-negara di Asia masih memiliki kesenjangan gender yang relatif tinggi dan belum mencapai paritas gender.
Akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia tampaknya belum menjadi salah satu fokus utama dalam nota kesepahaman Indonesia-Malaysia.
Masih banyak benang kusut yang membelenggu upaya pemajuan kesetaraan gender di Korea Selatan.
Ada ekspektasi tertentu atas peran dan pendekatan diplomat perempuan dalam memimpin kantor perwakilan di negara dengan karakter di atas
Kehadiran ibu negara dalam kegiatan diplomatik menunjukkan adanya norma-norma feminin di tengah arena politik internasional – yang saat ini masih didominasi laki-laki dan bercorak maskulin.
The presence of the first ladies in diplomatic activities shows the existence of feminine norms in the midst of political masculinity in the state leadership.
Contact Athiqah for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Location: Jakarta, Indonesia
- Website
- X (formerly Twitter): @AthiqahNA
- Article Feed
- ORCID
-
- Joined









