• Lecturer, Department of Biostatistics, Epidemiology and Population Health, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada
Seorang petugas membersihkan tempat tidur di ruang isolasi bagi pasien COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.

Tiga alasan mengapa data COVID‑19 di Indonesia tak dapat dipercaya dan bagaimana mengatasinya

Penelitian terakhir kami menemukan bahwa kerumitan sistem data COVID-19 di Indonesia telah menjadi masalah.
Dengan data genom publik, sebuah tim di Berlin menyempurnakan mekanisme diagnosis untuk mendeteksi 2019-nCoV lebih dari seminggu sebelum kasus pertama coronavirus di Jerman. Shutterstock

Sains terbuka mendorong riset global untuk hadapi coronavirus: mengapa peran Indonesia minim?

Penelitian garda depan untuk coronavirus Wuhan didominasi oleh institusi riset di Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan berbagai laboratorium di Eropa - nampaknya tidak ada yang berasal dari Indonesia.
Through public genome sequences, a team in Berlin perfected a molecular diagnostic protocol to detect the 2019-nCoV more than a week before the first case was confirmed in Germany. Shutterstock

Open science promotes global scientific collaboration to tackle coronavirus: why hasn’t Indonesia contributed?

Frontier research initiatives to tackle the 2019 coronavirus seem to be dominated by institutions in China, the US, Japan and labs across Europe. Very little seem to be coming form Indonesia.
Aplikasi kesehatan akan tumbuh pesat. Perlu regulasi yang ketat. Ico Maker/Shutterstock

Efektifkah app kesehatan untuk kendalikan penyakit tak menular?

Jutaan orang Indonesia adalah pengguna ponsel. Sejauhmana efektivitas aplikasi berbasis ponsel untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular? Meskipun potensial, apa pula tantangan penerapannya?

Contact Anis for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision