Articles on NU
Displaying all articles
NU tetap kuat secara politik bukan karena satu suara, melainkan karena jaringan sosial dan pilihan politik warganya yang beragam.
Pernyataan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil yang menyebut para penolak tambang sebagai wahabi lingkungan, menuai kontroversi.
Memilih Muhaimin Iskandar sebagai pasangan bacawapres Anies Baswedan tampaknya menjadi pilihan rasional. Meskipun kehilangan Demokrat, koalisi ini sekarang mendapatkan PKB.
Kuatnya posisi NU secara nasional dan meluasnya kiprah NU di ranah global saat ini bukan berarti NU tidak akan menghadapi tantangan ke depannya.
Narsisisme di kalangan kaum muda tak hanya berupa aktivitas keranjingan swafoto, tapi juga bisa muncul dalam bentuk ekspresi atau terkadang fanatisme kelompok keagamaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Cina menggunakan beasiswa kuliah untuk membentuk pandangan politik para santri Indonesia terkait isu seperti diskriminasi terhadap minoritas Uyghur.
Riset saya menunjukkan bahwa pengaruh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di lingkungan perkotaan semakin berkurang.
Keterlibatan NU sebagai salah satu organisasi Muslim terbesar di dunia menjadi krusial di forum G20.
Pembahasan istilah “kafir” sebenarnya konsekuensi dari tuntasnya pandangan pesantren dan NU tentang negara-bangsa dan Islam.
Jelas bahwa tidak ada unsur kompromi antara kepercayaan dasar (akidah) dan ibadah seperti yang ditakutkan orang yang menolak unsur budaya lokal dalam Islam.









