Articles on Mikroplastik
Displaying 1 - 20 of 22 articles
Mikroplastik ditemukan pada darah ibu hamil dan plasenta. Sumber paparannya bersifat kumulatif, tetapi sebagian besar diduga berasal dari makanan dan minuman.
Gelas kopi plastik sekali pakai yang sering kita gunakan saat takeaway melepaskan ribuan partikel mikroplastik.
Bioplastik bukan solusi mengatasi polusi plastik. Mengurangi konsumsi dan membatasi produksi adalah solusi terbaik.
Mikroplastik ditemukan dalam produk teh celup di Indonesia. Apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari bahayanya?
Dari konferensi ini kita belajar bahwa dunia masih enggan mengatur produksi plastik yang berkelanjutan.
Istilah atmosfer dan biosfer sudah lama kita kenal. Kini, ekosistem baru bernama plastifer mulai terbentuk akibat sampah plastik dan berisiko menjadi bom waktu di masa depan.
8 juta metrik ton plastik berakhir di lautan setiap tahunnya, di mana hewan-hewan laut terpapar polusi ini dan potensi dampak kesehatannya.
Halloween adalah mimpi buruk dari keberlanjutan – namun hal ini tidak harus terjadi.
Meski satu penelitian telah menemukan KPM dalam ASI, namun ibu disarankan masih terus menyusui. Manfaat kesehatan yang didapatkan dari menyusui lebih besar dibandingkan dari risiko kesehatan.
Ini merupakan penelitian pertama di Indonesia tentang mikroplastik di atmosfer (mikroplastik atmosferik) pada ketinggian 28 m di atas permukaan tanah.
Lima dari sembilan ikan tongkol yang ditangkap di perairan laut selatan Jawa turut terpapar mikroplastik dengan kandungan yang mengkhawatirkan.
Setiap pecahan plastik memulai perjalan yang unik begitu mencapai laut. Kami mencoba untuk menemukan polanya.
As more and more plastic trash permeates the Semakin banyak sampah plastik di lautan, serpihan plastik masuk ke dalam ikan dan kerang - dan berpotensi juga masuk ke manusia
Plastik di laut ditelan oleh 700 spesies, tapi hanya beberapa barang yang menyebabkan kematian terbanyak.
Mengocok botol polipropilena dan mencucinya dengan air mendidih bisa melepaskan jutaan partikel plastik kecil. Ada 4 cara untuk mengurangi paparan mikroplastik ini.
Jumlah ini 35 kali lebih besar dibanding perkiraan berat polusi plastik di permukaan laut.
Temuan bahwa hewan biasa dapat memproduksi nanoplastik dalam jumlah besar dengan cepat, sangat mengkhawatirkan.
Sekitar sepertiga dari kemasan plastik di seluruh dunia dibuang ke alam sekitar. Tanpa perubahan yang signifikan, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada 2050 mendatang.
Di tempat pambuangan sampah cendawan, bakteri, dan larva serangga teradaptasi untuk mengurai plastik.
Nyamuk memakan mikroplastik di air kemudian menyebarluaskannya kepada burung dan hewan non-laut lainnya.



















