Articles on film horor
Displaying all articles
Fenomena maraknya penayangan film horor di bioskop daerah adalah hasil pertemuan angka, risiko, dan psikologi, dalam satu keputusan bisnis yang telah terbukti efektif.
Selama berabad-abad, disabilitas digunakan sebagai metafora yang menakutkan dalam genre horor. Namun, gelombang baru pembuat film kini menantang cara pandang problematis tersebut.
Preferensi penonton horor berubah seiring waktu, seperti pasang surut darah yang digambarkan dalam film-film ini.
Film horor memiliki potensi sebagai medium yang bisa membicarakan beragam isu penting, termasuk isu lingkungan. Salah satunya melalui subgenre ‘ecohorror’. Mengapa?
Representasi pocong dalam film mencerminkan ketakutan yang ada di masyarakat Indonesia. Sehingga ketika masyarakatnya berubah, representasinya pun ikut berubah.
Representasi perempuan sebagai hantu atau monster secara historis digunakan untuk menjustifikasi dan memberikan batasan terhadap peran dan perilaku perempuan.





