Articles on Bantuan sosial
Displaying all articles
Salah sasaran adalah masalah klasik bantuan sosial yang kini mau diatasi dengan AI oleh pemerintah Indonesia. Tapi ada masalah klasik lain yang berisiko menghambat penerapan AI dalam bantuan sosial Indonesia.
Meski berjasa mengurangi sampah, pemulung kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat. Negara juga abai pada mereka Sistem jaminan sosial belum menjangkau pemulung.
Kenaikan biaya hidup, pasar kerja yang tidak stabil, kemudahan akses kredit digital,dan rendahnya literasi keuangan memperlebar jurang pendapatan dan pengeluaran
Agama dalam politik dapat menjadi pendorong moralitas dan kebijakan yang lebih adil, tetapi di sisi lain bisa dimanfaatkan untuk tujuan populisme dan manipulasi.
Lembaga filantropi banyak berkontribusi dalam ketahanan pangan,namun mereka sendiri juga menghadapi tantangan keberlanjutan.
Ternyata CSR berkesan baik bagi masyarakat, tapi tidak untuk supplier rekanan.
Tidak ada calon presiden yang sepenuhnya sensitif terhadap isu disabilitas.
Pendanaan inovatif melalui instrumen keuangan islam (zakat) diperlukan untuk mendukung anggaran kebijakan perlindungan sosial di Indonesia.
Wacana pemberian bansos seumur hidup bagi lansia oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta perlu mempertimbangkan beberapa strategi agar distribusinya tepat sasaran dan benar bermanfaat.
Banjir bolak-balik menenggelamkan rumah warga di Indonesia. Perlindungan Sosial Adapatif (PSA) bisa membantu warga rentan, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki pemerintah.
Nampaknya, memanfaatkan sisi kemanusiaan atau kewajiban beribadah dapat menjadi sesuatu yang bersifat profitable.
Perempuan kepala keluarga berada di dalam posisi terjepit. Mereka harus memenuhi kebutuhan keluarga, tapi mereka tidak dapat bekerja dan tidak mendapatkan upah.
Ketidakpercayaan warga pada perlindungan data oleh pemerintah pada gilirannya menyebabkan ketimpangan dalam akses layanan publik.
Pemerintah perlu memperkuat manajemen data sosial, cakupan layanan, dan tenaga kerja sosial.
Pemerintah harus memperluas bantuan sosial ke kalangan yang rentan menjadi miskin karena dampak pandemi COVID-19 berkepanjangan.
Penyandang disabilitas adalah kelompok rentan yang paling parah merasakan dampak COVID-19. Berdasarkan suatu studi, 86% dari 1.683 responden perkerja difabel berkurang penghasilannya hingga 80%.
Pelaksanaan PSBB untuk memutus penularan COVID-19 sangat berpengaruh terhadap livelihood & kemampuan bertahan masyarakat menengah kebawah karena kehilangan sebagian besar pendapatan dan pekerjaan.
















