Universiti Malaysia Terengganu began as Universiti Pertanian Malaysia’s Centre for Fisheries and Marine Science, located at Mengabang Telipot, Kuala Terengganu. It provided facilities for both students and lecturers from the Fisheries and Marine Science programmes to conduct their practical sessions and also researches.
Eventually, the Faculty of Fisheries and Marine Science of Universiti Pertanian Malaysia (UPM) in Serdang was transferred to Kuala Terengganu, and the Centre transformed into a branch campus, being renamed Universiti Pertanian Malaysia Terengganu (UPMT) in June 1996. The name of the faculty was also changed to the Faculty of Applied Sciences and Technology. Also formed were the Faculty of Science and Professional Literature and the Matriculation Centre.
Later on, the Cabinet of Malaysia had approved the establishment of Terengganu University College (KUT) on 5th May 1999 as an associate campus of UPM. Then Terengganu Universiti College was given autonomy on 1st May 2001 and was renamed the Malaysian Science and Technology University College (KUSTEM) on 20th June 2001.
On 1st February 2007, KUSTEM was given the status of a full-fledged university, and with that elevation, it was renamed again and remain to this very day as Universiti Malaysia Terengganu.
Satellite imagery reveals a dramatic shift on Sertung Island following Anak Krakatau’s eruption. As lush greenery turns to ash, a new natural laboratory emerges for studying the birth of soil.
Citra satelit memperlihatkan drastisnya dampak erupsi Anak Krakatau di Pulau Sertung. Perubahan warna vegetasi ini membuka laboratorium alam baru bagi pengamatan awal pembentukan tanah.
Melalui revisi undang undang P2SK, pemerintah memberikan jaminan perlindungan hukum bagi investor Patriot dan Merah Putih Bond yang dicetak oleh Danantara. Fasilitas mewah ini secara gamblang tertulis…
BGN melakukan pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk menunjang operasional.
Rino Putama/ The Conversation Indonesia
BGN dan MBG juga pada dasarnya selalu mendapat sorotan publik dan media sejak awal kehadirannya yang membuat proyek pengadaan ini akan dikuliti sampai ke akarnya.
Kantor Kementerian Agama RI di Jl. MH Thamrin, Jakarta.
Wella Eriska/Shutterstock
Masalah utama korupsi berulang di Kementerian Agama bukan soal agama tertentu atau tingkat keimanan individu, melainkan kegagalan tata kelola institusi.
Penampakan Hotel Sultan di Jakarta usai mendapat perintah pengosongan area dari pengadilan.
Wulandari Wulandari/ shutterstock.com
Risiko HGB di sektor perumahan umumnya bukan durasi, melainkan pada kurangnya pemahaman terhadap status tanah induk, sisa masa berlaku, serta mekanisme perpanjangan
Sekelompok masyarakat berdemo di DPR menuntut keadilan akibat penipuan yang dialami.
A.willem/ Shutterstock.com
Kasus penipuan kerap cuma berhenti di penegakan hukum saja tanpa ganti rugi yang setimpal kepada korbannya. Karena itu pencegahan dari masyarakat sangat penting.
Uang sitaan hasil korupsi.
BahbahAconk/ Shutterstock
Saat respons pemerintah terhadap bencana lambat, warga harus lebih siaga. Ada banyak aplikasi dan data satelit yang bisa diakses secara gratis untuk memantau kondisi sekitar.
Barang bukti uang hasil korupsi di Makassar Sulawesi Selatan.
Herwin Bahar/ Shutterstock.com
Dana daerah mengendap bukan soal tudingan ‘malas belanja’ atau mencari bunga dari deposito, melainkan persoalan pencatatan duit rakyat yang tidak harmonis.
Potret dari udara memperlihatkan hutan yang terbakar di Kapuas Hilir, Kalimantan Tengah, 21 September 2019. Kabut asap sampai ke Singapura dan Malaysia.
EPA/FULLY HANDOKO
Tak hanya di Indonesia, motode sederhana dan kuat ini dapat dipakai di seluruh Asia Tenggara, dan dapat digunakan sebagai alternatif selain survei lapangan yang memakan waktu dan ongkos mahal.