Universitas Syiah Kuala
Links
Articles
Seni Didong perlu dikembalikan fungsinya sebagai alarm moral yang merekatkan kembali hubungan manusia dengan alam.
Arsitektur ‘Umah Pitu Ruang’ yang lahir dari hubungan harmonis antara manusia, alam, dan adat, terbukti lebih ramah lingkungan dan tahan bencana, termasuk saat banjir Senyar pada November 2025.
Idulfitri di depan mata, tapi warga Aceh masih bergelut dengan lumpur dan banjir. Mengapa rencana pemulihan bernilai triliunan rupiah tak kunjung membuat rakyat merasa aman di rumah sendiri?
Perguruan tinggi harus berani mengintegrasikan pengetahuan hidup masyarakat—termasuk seni dan praktik budaya—sebagai bagian dari dasar pengambilan keputusan.
Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali wilayah yang rusak, tetapi membangun wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Like many other regions in the Global South, Aceh’s vulnerability can be traced back to colonialism. Post-colonial development continues to reinforce it.
Dalam situasi bencana, kampus bisa berperan bukan sekadar di tahap edukasi dan kesiapsiagaan, tetapi juga pada fase tanggap darurat.
Pemadaman listrik akibat Siklon Senyar bikin Aceh lumpuh. Komunikasi mati, layanan publik kacau, ekonomi harian hancur. Krisis energi berubah jadi bencana baru berantai yang melumpuhkan segalanya.
Ketika badai Senyar melanda Aceh, warkop menjadi satu-satunya titik yang berpenerang, sekaligus menjadi ruang di mana koneksi sosial yang terputus perlahan tersambung kembali.
Banjir Sumatra nyaris nihil kepemimpinan negara. Ribuan relawan turun, tapi negara justru seperti tak hadir sebagai otoritas. Apa dampaknya jika tanggap darurat dibiarkan tanpa arah?
Pembatalan konser Dewa 19 di Aceh bukan sekadar keputusan moral tapi juga indikator bahwa regulasi budaya Aceh belum siap menghadapi perubahan zaman.
Sistem hukum di Aceh tumbuh dari keberagaman sumber nilai. Aceh dapat menjadi contoh untuk menemukan titik seimbang antara hukum nasional, syariat, dan adat lokal.
Tanpa integrasi sejarah konflik ke dalam pendidikan, generasi muda Aceh akan tumbuh tanpa kesadaran kritis tentang masa lalu. Ini berbahaya bagi keberlanjutan rekonsiliasi.
Petunjuk Teknis 2025 mengakui karya seni sebagai syarat JAD dosen seni. Diperlukan evaluasi berbasis refleksi, kompetensi, dan dampak sosial, bukan hanya bukti administratif.
Para petani kopi Gayo menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim yang menyebabkan produktivitas menurun, hingga sistem pasar yang tidak berpihak pada mereka.
Malgré leur proximité avec l'épicentre du tsunami de 2004, les habitants de Simeulue ont presque tous survécu. Car ils ont appris enfants quoi faire en cas de tsunami dans des poèmes et chansons.
Acehnese women have contributed to post-conflict and tsunami development. However, existing policies have not covered what they need, and even tend to discriminate against them.
Technology and globalisation help diversify the channels for the smong narrative but also risk eroding this local wisdom – if we do not try to preserve it.
Two decades of post-disaster and conflict learning should be enough to remind us of the importance of meaningful access and participation for Acehnese women. The facts are yet to reflect this.
Perempuan Aceh telah berkontribusi pada pembangunan pascakonflik dan tsunami. Namun, kebijakan-kebijakan yang ada belum mencakup apa yang mereka butuhkan, bahkan cenderung mendiskriminasi perempuan.



















