Universitas Negeri Medan
Universitas Negeri Medan (Unimed) sebelumnya adalah Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan. Lalu perubahan kelembagaan dan peresmiannya menjadi universitas dilaksanakan pada bulan Februari 2000 dengan SK. Presiden No. 124 Tahun 1999, tanggal 7 Oktober 1999. Unimed mengelola 7 (tujuh) Fakultas dan 1 (satu) Program Pascasarjana terdiri dan : 1) Fakultasn Ilmu Pendidikn (FIP), 2) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), 3) Fakultasb Ilmu Sosial (FIS), 4) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Aalam (FMIPA), 5) Fakultas Teknik (FT), 6) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), 7). Fakultas Ekonomi (FE), 8) Program Pascasarjana (PPs).
Links
Articles
Di tengah tekanan fiskal, pemerintah justru memperluas peran militer dalam urusan sipil, membuka persoalan baru tentang anggaran, kekuasaan, dan supremasi sipil.
Bencana bukanlah peristiwa netral gender. Perempuan tetap jadi kelompok paling terdampak, tapi tidak terlibat dalam pengambilan keputusan.
Perubahan iklim dan siklon tropis hanya menjadi pemicu banjir Sumatra. Biang keladi sebenarnya adalah pemburu rente, oligarki, dan resentralisasi kekuasaan yang sudah lama mengakar di Indonesia.
Agar demonstrasi tidak berhenti sebagai letupan emosional sesaat, gerakan sipil harus dikembangkan menjadi kekuatan politik masyarakat yang berkesinambungan.
Desentralisasi tidak serta-merta menghasilkan demokrasi substantif pada tingkat lokal, tapi justru menjadi arena baru bagi kekuatan politik oligarkis.
Kehadiran influencers melalui media sosial membentuk opini publik tentang jilbab–yang awalnya dilihat sebagai batasan, kini menjadi bagian dari identitas.
Media sosial, dalam hal ini, tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai katalis yang mempercepat penyebaran ide-ide kritis dan ajakan bertindak.
Kebijakan ‘student loan’ bisa memperparah ketidakadilan sosial, dan semakin mengokohkan kontrol kapitalis atas tenaga kerja. Mengapa demikian?
Beberapa minggu terakhir ini, media sosial dihebohkan dengan pemberitaan seorang selebritas Instagram (selebram) yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kabar ini terhitung mengejutkan. Sebab…
Seiring dengan berkembangnya zaman, terjadi pula perubahan selera estetika masyarakat penontonnya. Seniman sebagai eksponen utama berperan penting dalam peneguhan nilai estetika yang berkembang.








