Politeknik Negeri Bandung
Politeknik Negeri Bandung (Polban) didirikan dan dirintis oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1979 melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, No. 03/DJ/Kep/1979, tanggal 27 Januari 1979. Saat itu, Polban adalah bagian dari Institut Teknologi Bandung, sehingga disebut Politeknik ITB. Lalu pada tahun 1997, berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 085/0/1997 Politeknik ITB menjadi institusi yang mandiri, berpisah dari ITB secara passing out menjadi Politeknik Negeri Bandung. Saat ini, Polban menyelenggarakan 18 program studi jenjang D-3, 18 program studi jenjang D-4 (Sarjana Terapan), 3 program studi jenjang D-2, dan 2 program magister terapan.
Links
Articles
Dalam jangka panjang, praktek seperti ini dapat menggerus kepercayaan yang berarti turut berimbas pada perusahaan penyedia layanan transportasi tersebut.
Kenaikan BBM non-subsidi, pada akhirnya menjalar hingga ke meja makan yang akan menekan daya beli masyarakat secara luas.
Dalam konteks krisis energi, setiap kilometer jalur sepeda yang dibangun adalah investasi untuk mengurangi konsumsi BBM. Diperlukan infrastruktur memadai agar sepeda menjadi opsi moda transportasi utama.
Jika pemerintah tak bisa berkompromi dengan pengelola parkir, aksi pungutan parkir liar dan premanisme justru berpotensi tetap merajalela.
Peran informal Pak Ogah yang membantu kelancaran lalu lintas, namun berpotensi menimbulkan ketidaktertiban dan pelanggaran hukum.
Bersepeda adalah cara ampuh, mudah, dan murah untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
Pengunjung biasa kesulitan mendapatkan tempat parkir dengan tarif sesuai standar tapi juga mendorong terbentuknya kantung-kantung parkir liar






