London School of Public Relation (LSPR) Jakarta
London School is an academic institution established in 1992 by the Yayasan Pesona PribadiSejahtera, SK Mendikbud No. 24/D/O/1999. London School focuses on Communication Studies and has been accredited A by BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) since 2002.
The name STIKOM The London School of Public Relations – Jakarta was created by its founder and has been registered in the Justice and Law Department for brand certification in 1994 and it is not a franchise brand from London (UK) instead 60% of the curriculum that STIKOM-LSPR – Jakarta applies refers to the same curriculum applied in London (UK) based on the syllabus and curriculum from London Chamber of Commerce and Industry Examination Board
Links
Articles
Riset 2,1 juta percakapan menunjukkan emoji menjadi ekspresi politik, tetapi maknanya bergantung pada konteks dan teks, bukan sekadar frekuensi penggunaannya.
Media digital masih jarang memanfaatkan fleksibilitas yang dipunyai. Sebagian besar kurang melibatkan audiens dalam penulisan atau pengembangan berita.
Mulai bermunculan kasus penyalahgunaan Generative AI. Indonesia bisa meraih keuntungan dari teknologi ini tapi harus tetap memitigasi potensi ancamannya.
Our recent study shows that the creation of local smoke-free areas has faced numerous challenges due to the complexities involved in translating national laws into local laws.
Our recent study shows that the creation of local smoke-free areas has faced numerous challenges due to the complexities involved in translating national laws into local laws.
Para jurnalis tidak mendapatkan sarana, akses, serta materi yang cukup atas isu-isu LGBTIQ. Inilah yang membuat hasil pemberitaan dan tulisan mereka cenderung bernada diskriminatif.
Pandemi COVID-19 berdampak terhadap penerimaan mahasiswa dan pendapatan perguruan tinggi di Indonesia. Kami berbicara dengan rektor di tiga kampus untuk memahami respons mereka mengatasi masalah ini.
Riset mengenai berburu babi hutan merupakan contoh penelitian yang eksotis dan memberikan banyak perspektif baru bagi ilmu sosial.
Dalam lima tahun terakhir, lahir setidaknya 40 kebijakan baru yang berhubungan dengan penataan dan pemerataan guru di tingkat kabupaten dan kota.








